Perusahaan Gula Tingkatkan Ketahanan Pangan dengan Serap Produksi Petani
- Kamis, 16 Oktober 2025
JAKARTA - Industri gula nasional mencatat keberhasilan signifikan dengan selesainya penyerapan produksi petani, mencapai puluhan ribu ton.
Langkah ini menjadi bukti nyata kontribusi sektor swasta dalam mendukung ketahanan pangan dan stabilitas harga. Para pengusaha berharap kebijakan harga eceran tertinggi tetap dipertahankan agar manfaatnya dirasakan hingga konsumen.
Penyerapan Produksi Petani Tuntas
Baca JugaHarga BBM Stabil, Pertamina dan SPBU Swasta Tetap Komitmen Melayani Konsumen
Pengusaha gula telah menyerap 22 ribu ton gula dari petani tebu. Hal ini melengkapi penyerapan yang dilakukan pemerintah melalui Danantara dan ID Food sebesar 62 ribu ton. Dengan demikian, upaya mencapai swasembada gula domestik menjadi lebih nyata.
Ketua Umum APGI, Pieko Njoto Setiadi, menegaskan, perusahaan terus berupaya memenuhi permintaan gula di dalam negeri. “Kami menyerap tuntas 22 ribu ton gula, melengkapi penyerapan pemerintah sehingga target swasembada makin mendekati tuntas,” jelasnya.
Para pengusaha menekankan bahwa langkah ini menunjukkan antusiasme mereka dalam membeli gula dari petani lokal. Penyerapan ini menjadi bukti nyata komitmen sektor swasta terhadap ketahanan pangan nasional.
Penyerapan Lanjutan Dari Persediaan Domestik
Setelah menuntaskan gula petani, APGI kembali menyerap sekitar 60 ribu ton gula dari persediaan domestik. Penyerapan terakhir ini sudah selesai minggu lalu. Langkah ini memperkuat posisi industri gula dalam menjaga pasokan nasional.
Pieko menegaskan, perusahaan tidak pernah menolak membeli gula dari pasar domestik. Hal ini untuk memastikan ketersediaan gula tetap stabil di tengah permintaan masyarakat yang terus meningkat.
Upaya ini juga bertujuan mengantisipasi fluktuasi harga di tingkat produsen. Dengan pasokan yang terjaga, stabilitas harga gula di pasar konsumen lebih mudah dikendalikan.
HET Jadi Kunci Stabilitas Harga
Pengusaha gula meminta pemerintah mempertahankan harga eceran tertinggi (HET). Kebijakan ini penting agar penjualan tidak terjebak pada spekulasi harga yang memberatkan pelaku usaha.
“Selama ini, harga menjadi salah satu tantangan kami. Jika HET dipertahankan, tidak ada hambatan dalam menyerap gula domestik,” ujar Pieko. Permintaan ini sejalan dengan tujuan menjaga daya beli konsumen.
Dengan HET yang konsisten, produsen dapat menjual gula dengan harga wajar. Hal ini juga memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga.
Dukungan Sektor Swasta Tingkatkan Ketahanan Pangan
Keberhasilan penyerapan ini menegaskan peran penting sektor swasta dalam mendukung ketahanan pangan. Sinergi antara pemerintah dan pengusaha menjadi faktor utama keberhasilan program swasembada gula.
Selain menjaga pasokan dan harga, langkah ini juga mendorong stabilitas ekonomi di sektor pertanian. Produksi gula petani tetap terserap sehingga pendapatan mereka lebih terjamin.
Pieko berharap, dengan dukungan kebijakan yang tepat, sektor gula nasional mampu menghadapi tantangan masa depan. Keberhasilan ini diharapkan menjadi contoh bagi industri pangan lainnya dalam menjaga keseimbangan produksi dan permintaan.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Stabilitas Harga Gas LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Dipertahankan Pada Bulan April 2026
- Kamis, 02 April 2026
Pemerintah Resmi Bentuk Satgas Transisi Energi untuk Percepat PLTS Nasional
- Kamis, 02 April 2026
Industri Manufaktur Indonesia Tetap Kuat Bertahan di Tengah Berbagai Tekanan
- Kamis, 02 April 2026












