JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis pasokan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU swasta dapat terpenuhi sebelum akhir bulan ini.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laoade Sulaeman menegaskan adanya perubahan mekanisme negosiasi antara Pertamina dengan perusahaan swasta.
“Terakhir kan lelang. Lelang itu basisnya menggunakan seluruh yang mengusulkan lelang satu kali. Nah sekarang sedang diubah mekanismenya,” ujarnya di sela kegiatan Minerba Convex 2025 di JCC Senayan, Jakarta.
Baca JugaPrabowo Subianto Ingin Perjanjian Sertifikasi Profesi Antara Indonesia Dan Australia Diperluas
Perubahan ini bertujuan agar setiap badan usaha swasta mendapat perlakuan negosiasi satu per satu. Laoade menekankan, cara ini lebih fleksibel dibandingkan lelang sebelumnya yang bersifat tunggal dan terpusat.
Mekanisme Negosiasi Lebih Efektif
Laoade menjelaskan, sistem baru akan memungkinkan Pertamina menyesuaikan komitmen setiap perusahaan secara individual. Proses ini dinilai lebih realistis untuk memastikan stok BBM swasta terisi tepat waktu.
“Jadi masing-masing badan perusahaan swasta nanti yang berkomitmen dengan Pertamina. Jadi enggak satu dikumpul lagi, nanti masing-masing di-treatment satu-satu,” tambahnya.
Ia menargetkan mekanisme baru dapat membuahkan hasil konkret dalam beberapa hari mendatang, sehingga SPBU swasta tidak lagi mengalami kekosongan pasokan.
Optimisme Pasokan Akhir Bulan
Laoade menyatakan, proses lelang sebelumnya tidak dapat dipecah-pecah karena harus menyatu. Dengan metode baru, setiap perusahaan bisa mendapat perhatian khusus sehingga target pengisian stok BBM lebih realistis.
“Proses lelang ini kan enggak bisa terpecah-pecah. Harus menyatu terus. Makanya sekarang diubah. Mungkin Jumat insyaallah itu sudah ada hasil yang lebih konkret. Optimis akhir bulan ini pasokan BBM di SPBU swasta terisi,” ungkapnya.
Optimisme ini muncul setelah evaluasi kendala yang dialami SPBU swasta sebelumnya, terkait ketidakcocokan antara spesifikasi base fuel Pertamina dengan kebutuhan beberapa badan usaha.
Alasan Pembatalan Pembelian BBM
Sebelumnya, Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar mengungkapkan, beberapa SPBU swasta sempat menunda atau membatalkan pembelian BBM. Badan usaha ini mencakup Shell, APR (joint venture BP-AKR), dan VIVO.
Achmad menjelaskan, APR dan VIVO awalnya sepakat membeli BBM murni dari Pertamina. Namun selang beberapa waktu, kedua pihak membatalkan pembelian tersebut.
“Isu yang disampaikan kepada rekan-rekan SPBU ini adalah mengenai konten. Kontennya itu ada kandungan etanol. Nah, secara regulasi itu diperkenankan, etanol sampai jumlah tertentu kalau tidak salah sampai 20 persen. Sedangkan ada etanol 3,5 persen,” jelas Achmad.
Kendati demikian, ESDM tetap optimistis bahwa koordinasi baru dan penyesuaian mekanisme negosiasi akan memastikan stok BBM swasta terpenuhi pada akhir Oktober.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
GAC Banting Harga Mobil Listrik Aion Puluhan Juta Di IIMS Dua Ribu Dua Puluh Enam
- Jumat, 06 Februari 2026
Wali Kota Lis Upayakan Kembali Normalnya Jadwal Penerbangan Garuda Di Tanjungpinang
- Jumat, 06 Februari 2026
Bupati Biak Numfor Memastikan Bulan Maret Penerbangan Perdana Rute Biak Sorong
- Jumat, 06 Februari 2026
Kemenperin Godok Insentif Kendaraan Listrik Dan Hybrid Dua Ribu Dua Puluh Enam
- Jumat, 06 Februari 2026








.jpeg)



