Harbolnas 2025 Jadi Momentum Produsen Kosmetik Dongkrak Penjualan
- Kamis, 09 Oktober 2025
JAKARTA - Menjelang Harbolnas 2025, produsen kosmetik menyiapkan strategi promosi digital dan pemasaran terpadu untuk memaksimalkan penjualan akhir tahun.
Momentum ini dimanfaatkan untuk branding, peluncuran tren baru, dan mencapai target penjualan meski ada perubahan perilaku konsumen.
Isi Singkat: Produsen kosmetik membangun strategi sejak awal untuk memanfaatkan Harbolnas, termasuk materi promosi dan testimoni produk. Periode promo diharapkan meningkatkan penjualan 45%–70%. Perubahan perilaku konsumen mendorong produsen lokal memperkuat kualitas dan kepercayaan merek di platform digital.
Baca JugaIndonesia Raih Kemajuan Signifikan Dalam Pendanaan Energi Bersih Lewat JETP
Momentum Harbolnas bagi Industri Kosmetik
Ketua Umum PPAK, Solihin Sofian, menekankan bahwa Harbolnas menjadi momen penting untuk mendorong transaksi akhir tahun. “Harbolnas bisa menjadi hari yang ditunggu untuk semua sektor usaha perdagangan, terutama yang plafon penjualannya ada di e-commerce,” ujarnya.
Periode September hingga November selalu sibuk karena adanya pameran dan event seperti Halal Indonesia Expo, Trade Expo Indonesia (TEI), Cosmobeaute, Indo Beauty, Jakarta Female Days, hingga Cosmetic Day, untuk segmen B2B maupun B2C.
Strategi Promosi dan Branding
Meskipun promosi di tanggal kembar sudah menjadi rutinitas, Harbolnas tetap memiliki nilai tersendiri. “Momen ini bisa dimanfaatkan pelaku usaha untuk promosi dan branding, peluncuran tren kosmetik 2026, pemenuhan target penjualan akhir tahun, serta clearance sale,” jelas Solihin.
Produsen dianjurkan memulai strategi pemasaran lebih awal, termasuk menyusun materi promosi dan testimoni pemakaian produk secara masif dan berkesinambungan.
Prediksi Kenaikan Penjualan
Solihin memperkirakan penjualan kosmetik bisa naik 45%–70% selama periode Harbolnas, meski memasuki Natal dan Tahun Baru, konsumen cenderung memprioritaskan belanja makanan dan sandang.
“Setiap promo penjualan biasanya naik 45% sampai 70%, tapi memasuki Natal dan Tahun Baru, kosmetik bukan prioritas utama,” ungkapnya. Hal ini menjadi acuan produsen dalam merencanakan stok dan alokasi promo agar penjualan lebih optimal.
Perilaku Konsumen dan Peluang Produsen Lokal
Perubahan perilaku konsumen menjadi sinyal positif bagi produsen kosmetik lokal. “Kebiasaan pembeli masih cenderung ke produk murah, tetapi kini ada peningkatan kecerdasan konsumen dalam memilih dan membeli produk,” ujar Solihin.
Kondisi ini mendorong produsen memperkuat kualitas dan membangun kepercayaan merek di platform digital, sekaligus memanfaatkan Harbolnas untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan penetrasi merek di e-commerce.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
Zulkifli Hasan Jelaskan Penyesuaian Program MBG Menyambut Bulan Ramadhan
- Jumat, 06 Februari 2026
Pencapaian Proyek JETP Tahun Dua Ribu Dua Puluh Enam Perkuat Transisi Energi
- Jumat, 06 Februari 2026
Dewan Energi Nasional Sebut Biodiesel Berperan Strategis Dalam Mewujudkan Swasembada Energi
- Jumat, 06 Februari 2026











.jpeg)
