Sabtu, 04 April 2026

Harga Cabai Rawit Stabil, Petani Jombang Nikmati Hasil Panen Melimpah

Harga Cabai Rawit Stabil, Petani Jombang Nikmati Hasil Panen Melimpah
Harga Cabai Rawit Stabil, Petani Jombang Nikmati Hasil Panen Melimpah

JAKARTA - Stabilnya harga cabai rawit di pasaran membuat petani di Jombang tersenyum lega. Harga di tingkat petani kini bertahan di kisaran Rp 25 ribu per kilogram.

Kondisi ini memberikan angin segar bagi para petani setelah sempat mengalami tekanan harga di awal tahun yang mencapai Rp 14 ribu per kilogram.

Salah satu petani cabai, Beny Saputro, warga Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, mengaku bersyukur atas kestabilan harga tersebut. Menurutnya, meski musim hujan sempat menimbulkan kerusakan pada sebagian tanaman, hasil panen kali ini tetap memuaskan.

Baca Juga

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dorong Standar Baru Program Makan Bergizi Gratis

”Meski hujan sering turun dan beberapa tanaman sempat rusak, hasilnya tetap cukup bagus. Yang paling bikin senang, harga cabai sekarang tidak jatuh seperti tahun lalu,” ujarnya.

Petani Mulai Nikmati Keuntungan dari Panen

Dengan 5.000 batang cabai yang ia tanam, Beny kini mulai menikmati hasil jerih payahnya. Dari modal sekitar Rp 5 juta untuk biaya produksi sejak awal tanam hingga masa panen, ia sudah bisa menutup biaya dan mulai meraih keuntungan.

”Alhamdulillah, hasilnya lumayan,” katanya dengan senyum puas. Keberhasilan Beny menjadi gambaran bahwa harga stabil mampu memberikan kepastian bagi petani untuk terus menanam cabai tanpa khawatir kerugian besar.

Tantangan di Lahan: Hama Masih Jadi Musuh Utama

Sementara itu, petani lain bernama Witono, yang menggarap lahan seluas 1 hektare, mengaku panen rayanya baru akan berlangsung dua pekan mendatang. Meskipun begitu, ia tetap waspada terhadap ancaman hama yang bisa menurunkan kualitas hasil panen.

Menurutnya, cuaca tidak menjadi kendala utama dalam budidaya kali ini. Justru serangan hama seperti lalat buah dan penyakit antraknosa (patek) menjadi ancaman terbesar bagi tanaman. ”Karena itu kami rutin menyemprot tanaman tiap tiga hari sekali. Kalau lalai, cabai bisa cepat rusak,” jelasnya.

Witono juga menuturkan, pengendalian hama dilakukan dengan cara manual dan kimiawi agar hasil panen bisa maksimal tanpa kehilangan banyak buah akibat serangan penyakit.

Harapan Petani dan Dukungan Pemerintah

Para petani Jombang berharap stabilitas harga cabai dapat terus bertahan hingga musim panen berikutnya. Selain memberikan keuntungan yang layak, harga yang stabil juga menjaga semangat petani untuk tetap menanam cabai sebagai komoditas utama.

Mereka juga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah, terutama dalam hal penyediaan obat-obatan pertanian, pelatihan pengendalian hama terpadu, serta bantuan pupuk bersubsidi agar biaya produksi tetap efisien.

Dengan harga yang kini cukup bersahabat dan hasil panen yang mulai membaik, petani cabai di Jombang dapat bernapas lega. Kestabilan harga di pasaran memberi sinyal positif bagi keberlanjutan usaha tani cabai di daerah tersebut, sekaligus memperkuat ketahanan pasokan pangan lokal.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kementerian Haji dan Umra Prioritaskan Pemberangkatan Haji Lansia Natuna

Kementerian Haji dan Umra Prioritaskan Pemberangkatan Haji Lansia Natuna

Menteri Perumahan Apresiasi Distribusi Kredit Perumahan Jawa Tengah yang Merata

Menteri Perumahan Apresiasi Distribusi Kredit Perumahan Jawa Tengah yang Merata

Menteri Sosial Ajak Seluruh Pegawai Kemensos Terapkan Transportasi Ramah Lingkungan

Menteri Sosial Ajak Seluruh Pegawai Kemensos Terapkan Transportasi Ramah Lingkungan

Harga Terbaru Mobil Listrik Wuling Tawarkan Alternatif Kendaraan Ramah Lingkungan

Harga Terbaru Mobil Listrik Wuling Tawarkan Alternatif Kendaraan Ramah Lingkungan

Upaya Menbud dan Danantara Kolaborasi Manfaatkan Aset untuk Museum Inovatif

Upaya Menbud dan Danantara Kolaborasi Manfaatkan Aset untuk Museum Inovatif