Sabtu, 07 Februari 2026

Dominasi Penyaluran KPR FLPP, BTN Unggul Dibanding Bank BUMN Lain

Dominasi Penyaluran KPR FLPP, BTN Unggul Dibanding Bank BUMN Lain
Dominasi Penyaluran KPR FLPP, BTN Unggul Dibanding Bank BUMN Lain

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BTN) kembali memimpin penyaluran KPR Subsidi FLPP dengan penguasaan 37% dari kuota nasional.

Capaian ini jauh melampaui bank BUMN lainnya, sekaligus mendapat apresiasi dari Menteri PKP. Strategi BTN memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap memperoleh rumah layak dan terjangkau.

BTN Jadi Penyalur KPR FLPP Terbesar

Baca Juga

Prabowo Subianto Ingin Perjanjian Sertifikasi Profesi Antara Indonesia Dan Australia Diperluas

BTN mencatat jumlah penyaluran KPR FLPP mencapai 93.098 unit hingga September 2025, ditambah BTN Syariah 36.589 unit, sehingga total 129.687 unit atau setara 37% dari kuota nasional 350.000 unit.

Capaian ini menegaskan posisi BTN sebagai pemain dominan dalam program perumahan bersubsidi. Penguasaan pasar yang besar ini sekaligus menjadi bukti konsistensi BTN mendukung kebutuhan rumah rakyat terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Apresiasi tinggi pun disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, atas kontribusi BTN yang unggul dibanding bank BUMN lain.

Perbandingan dengan Bank Himbara Lain

Penyaluran oleh bank anggota Himbara lainnya jauh lebih rendah. BRI menyalurkan 17.515 unit, BNI 8.440 unit, Bank Mandiri 7.963 unit, dan bank-bank lain berada di kisaran 2.000–3.000 unit.

Penguasaan BTN yang signifikan menunjukkan keunggulan strategi penyaluran dan fokus pada efektivitas program FLPP. Hal ini membuat BTN tetap menjadi bank yang diandalkan untuk mencapai target Program 3 Juta Rumah.

Keunggulan BTN juga mencerminkan kemampuan bank untuk menyesuaikan program subsidi dengan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

Dukungan Pemerintah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Berbagai kebijakan pemerintah memperkuat efektivitas program FLPP. Contohnya, pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi 0% untuk MBR, serta aturan penghasilan maksimal penerima program.

Untuk Jabodetabek, batas maksimal penghasilan MBR ditetapkan Rp12 juta untuk single income dan Rp14 juta untuk joint income pasangan. Kebijakan ini mendorong lebih banyak masyarakat berpenghasilan rendah dapat mengakses rumah subsidi.

BTN memanfaatkan kebijakan ini dengan optimal, memastikan program KPR FLPP tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.

Target Penyaluran BTN Tahun 2025

BTN menargetkan menyalurkan 220.000 unit rumah melalui KPR FLPP sesuai alokasi pemerintah dari total 350.000 unit nasional pada 2025. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, optimistis target ini dapat tercapai.

Keberhasilan BTN juga ditopang oleh acara akad massal KPR FLPP yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Menteri PKP, menegaskan komitmen pemerintah dan bank dalam mendukung pemenuhan rumah layak.

Dengan strategi tepat dan dukungan kebijakan, BTN memastikan perolehan KPR FLPP tetap maksimal, memperkuat misi menyediakan rumah terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

GAC Banting Harga Mobil Listrik Aion Puluhan Juta Di IIMS Dua Ribu Dua Puluh Enam

GAC Banting Harga Mobil Listrik Aion Puluhan Juta Di IIMS Dua Ribu Dua Puluh Enam

Kementerian Perindustrian Memberikan Kejelasan Mengenai Kelanjutan Insentif Mobil Listrik Dua Ribu Dua Puluh Enam

Kementerian Perindustrian Memberikan Kejelasan Mengenai Kelanjutan Insentif Mobil Listrik Dua Ribu Dua Puluh Enam

Wali Kota Lis Upayakan Kembali Normalnya Jadwal Penerbangan Garuda Di Tanjungpinang

Wali Kota Lis Upayakan Kembali Normalnya Jadwal Penerbangan Garuda Di Tanjungpinang

Bupati Biak Numfor Memastikan Bulan Maret Penerbangan Perdana Rute Biak Sorong

Bupati Biak Numfor Memastikan Bulan Maret Penerbangan Perdana Rute Biak Sorong

Kemenperin Godok Insentif Kendaraan Listrik Dan Hybrid Dua Ribu Dua Puluh Enam

Kemenperin Godok Insentif Kendaraan Listrik Dan Hybrid Dua Ribu Dua Puluh Enam