JAKARTA - Pemerintah kembali menggulirkan program bantuan sosial (bansos) bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya beli masyarakat menjelang akhir tahun, sekaligus mempercepat distribusi bantuan tahap akhir 2025. Mulai pekan pertama Oktober, total sembilan jenis bansos dicairkan secara serentak melalui bank-bank penyalur resmi, yaitu BRI, BNI, BSI, dan Mandiri.
Program ini juga menjadi tindak lanjut kebijakan Presiden dalam memastikan perlindungan sosial berjalan merata hingga pelosok daerah.
Baca JugaPrabowo Subianto Ingin Perjanjian Sertifikasi Profesi Antara Indonesia Dan Australia Diperluas
Kabar baik ini disambut antusias oleh para penerima PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), termasuk kelompok yang baru beralih dari penyaluran PT Pos Indonesia ke sistem Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih.
Berdasarkan sistem penyalur, status dana telah tercatat sebagai Standing Instruction (SI), yang berarti bantuan sudah mulai ditransfer ke rekening masing-masing KPM.
Daftar Bantuan Sosial yang Mulai Disalurkan
Pencairan bansos kali ini mencakup sembilan kategori bantuan, dengan nilai dan sasaran berbeda sesuai kebutuhan masyarakat. Pertama, program PKH dan BPNT tahap keempat mencakup alokasi untuk tiga bulan terakhir tahun 2025, yakni Oktober hingga Desember.
Pemerintah mengimbau agar KPM rutin mengecek saldo rekening untuk memastikan status pencairan telah aktif. Selanjutnya, terdapat bantuan pangan berupa beras sebanyak 20 kilogram per keluarga.
Program beras yang semula dialokasikan 10 kilogram per bulan kini diperpanjang hingga Desember 2025. Untuk periode ini, penyaluran dilakukan ganda sebagai alokasi September dan Oktober, dengan total anggaran mencapai Rp13,9 triliun bagi 18,2 juta keluarga penerima.
Sebagai pelengkap, pemerintah juga menyalurkan bantuan minyak goreng sebanyak 4 liter per KPM. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara DPR RI dan Kementerian Keuangan, khususnya bagi penerima BPNT dan PKH, sebagai tambahan bantuan pangan untuk dua bulan terakhir.
Bantuan Lain: BLT Desa, Pendidikan, hingga Kesehatan
Selain tiga program utama, terdapat pula BLT Kemiskinan Ekstrem yang disalurkan melalui dana desa sebesar Rp300.000 per bulan. Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat miskin ekstrem yang tidak terdaftar sebagai penerima PKH atau BPNT. Di beberapa daerah, pencairannya dilakukan sekaligus untuk periode tiga bulan.
Sektor pendidikan turut mendapat perhatian melalui Program Indonesia Pintar (PIP), yang menyalurkan bantuan bagi pelajar SD, SMP, dan SMA secara tunai melalui bank-bank mitra. BRI menyalurkan bantuan untuk tingkat SD, BNI untuk SMP hingga SMA, dan BSI khusus wilayah Aceh.
Dana pendidikan ini diberikan kepada siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau rekening SimPel yang aktif.
Untuk memperluas jangkauan perlindungan sosial, pemerintah juga menyalurkan bantuan penebalan Rp400.000 bagi penerima PKH dan BPNT pemegang KKS baru maupun penerima hasil validasi tahap akhir. Tambahan bantuan ini disalurkan bersamaan dengan pencairan tahap dua dan tiga.
Tak hanya itu, pemerintah tetap melanjutkan Program Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, yang memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat dari kelompok desil 1–5 tanpa iuran, karena telah ditanggung oleh negara.
Sementara itu, bagi kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas tunggal, disediakan bantuan permakanan berupa dua kali makanan siap saji setiap hari dengan nilai Rp30.000 per porsi.
Penyaluran Susulan dan Upaya Percepatan
Selain penyaluran reguler, pemerintah juga memastikan bantuan susulan untuk penerima PKH dan BPNT yang baru beralih dari PT Pos ke sistem KKS Merah Putih. Mereka akan menerima bantuan tahap dua dan tiga sekaligus dengan tambahan penebalan Rp400.000.
Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan bahwa hingga awal Oktober, pihaknya masih berfokus pada penyelesaian penyaluran susulan tahap kedua dan ketiga agar tidak ada KPM yang tertinggal. Setelah tahap tersebut selesai, pencairan tahap keempat akan segera dijadwalkan pada pertengahan bulan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat penerima manfaat untuk secara berkala melakukan pengecekan status bantuan melalui Aplikasi Cek Bansos, situs resmi cekbansos.kemensos.go.id, serta melalui layanan perbankan seperti ATM atau EDC milik bank penyalur.
Dengan langkah percepatan dan sistem penyaluran yang semakin terintegrasi, pemerintah berharap program bansos ini dapat memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga penerima manfaat, sekaligus menjaga stabilitas konsumsi masyarakat di penghujung tahun.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
GAC Banting Harga Mobil Listrik Aion Puluhan Juta Di IIMS Dua Ribu Dua Puluh Enam
- Jumat, 06 Februari 2026
Wali Kota Lis Upayakan Kembali Normalnya Jadwal Penerbangan Garuda Di Tanjungpinang
- Jumat, 06 Februari 2026
Bupati Biak Numfor Memastikan Bulan Maret Penerbangan Perdana Rute Biak Sorong
- Jumat, 06 Februari 2026
Kemenperin Godok Insentif Kendaraan Listrik Dan Hybrid Dua Ribu Dua Puluh Enam
- Jumat, 06 Februari 2026








.jpeg)



