JAKARTA - Pelita Air menegaskan komitmennya memperkuat layanan penerbangan nasional dengan penambahan dua armada baru pada penghujung tahun ini.
Kehadiran pesawat tambahan diharapkan mampu memperluas kapasitas angkut sekaligus menambah frekuensi penerbangan ke sejumlah destinasi utama. Direktur Utama Pelita Air, Dendy Kurniawan, menyampaikan bahwa maskapai saat ini telah mengoperasikan 14 pesawat aktif.
Secara bertahap, armada ke-15 akan tiba pada akhir November, disusul armada ke-16 pada awal Desember. Menurut Dendy, langkah ekspansi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan konektivitas.
Baca JugaPrabowo Subianto Ingin Perjanjian Sertifikasi Profesi Antara Indonesia Dan Australia Diperluas
Dengan armada baru, maskapai mampu mengoptimalkan layanan baik di rute domestik maupun internasional.
Fokus pada Frekuensi Penerbangan
Selain penambahan armada, Pelita Air berfokus pada peningkatan frekuensi penerbangan. Hal ini diprioritaskan untuk menjawab kebutuhan pasar, terutama pada rute-rute populer yang memiliki permintaan tinggi.
Dendy menjelaskan, pihaknya tidak menargetkan penambahan rute baru hingga akhir tahun ini. Fokus utama adalah memperbanyak jadwal di rute yang telah ada, termasuk rute internasional pertama mereka, Jakarta–Singapura–Jakarta.
“Sekarang rute Singapura baru satu kali sehari, nanti insyaallah mungkin di akhir tahun depan bisa bertambah menjadi dua kali sehari,” ujar Dendy. Penambahan frekuensi diharapkan memberi kemudahan akses bagi penumpang bisnis maupun wisatawan.
Capaian Operasional yang Signifikan
Performa Pelita Air dalam dua tahun terakhir mencatat perkembangan menggembirakan. Pada 2024, maskapai berhasil mengangkut hingga 2,7 juta penumpang dengan lonjakan penerbangan mencapai 97%.
Total penerbangan sepanjang tahun itu mencapai 18.796, dengan kapasitas angkut sekitar 3,3 juta kursi. Pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi dalam menjalankan strategi ekspansi yang berorientasi pada peningkatan layanan.
Maskapai optimistis bahwa dengan tambahan armada baru, angka pertumbuhan operasional akan semakin positif. Keberhasilan menjaga konsistensi operasional juga menunjukkan kesiapan perusahaan menghadapi persaingan industri penerbangan yang semakin dinamis.
Penguatan Konektivitas Nasional dan Internasional
Kehadiran dua pesawat baru di akhir tahun menjadi langkah penting dalam memperluas kontribusi Pelita Air terhadap konektivitas nasional. Dengan total 19 rute yang dilayani, terdiri atas 18 rute domestik dan satu rute internasional, maskapai menegaskan posisinya sebagai salah satu penyedia transportasi udara yang mendukung mobilitas masyarakat.
“Untuk tahun ini, kita belum berencana membuka rute baru. Fokus tetap pada menambah frekuensi di rute yang sudah ada, terutama yang permintaannya tinggi,” jelas Dendy.
Pemerintah juga mendukung langkah maskapai dalam memperkuat jaringan penerbangan. Ekspansi ini diharapkan tidak hanya memberikan pilihan lebih banyak bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya saing sektor pariwisata dan perdagangan.
Dengan strategi bertahap, Pelita Air menargetkan keberlanjutan pertumbuhan di tahun-tahun mendatang. Tambahan armada dan peningkatan frekuensi menjadi pilar utama dalam membangun layanan penerbangan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
GAC Banting Harga Mobil Listrik Aion Puluhan Juta Di IIMS Dua Ribu Dua Puluh Enam
- Jumat, 06 Februari 2026
Wali Kota Lis Upayakan Kembali Normalnya Jadwal Penerbangan Garuda Di Tanjungpinang
- Jumat, 06 Februari 2026
Bupati Biak Numfor Memastikan Bulan Maret Penerbangan Perdana Rute Biak Sorong
- Jumat, 06 Februari 2026
Kemenperin Godok Insentif Kendaraan Listrik Dan Hybrid Dua Ribu Dua Puluh Enam
- Jumat, 06 Februari 2026








.jpeg)



