Sabtu, 07 Februari 2026

Pembangunan Proyek Tol Strategis Pejagan-Cilacap Tingkatkan Mobilitas

Pembangunan Proyek Tol Strategis Pejagan-Cilacap Tingkatkan Mobilitas
Pembangunan Proyek Tol Strategis Pejagan-Cilacap Tingkatkan Mobilitas

JAKARTA - Rencana pembangunan tol Pejagan-Cilacap yang melintasi kabupaten Tegal, Brebes, Banyumas hingga Cilacap belum sepenuhnya terealisasi.

Proyek ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) level 3 dan Rencana Umum jaringan Jalan Tol 2025-2029. Kehadiran tol diharapkan memberikan efek berganda bagi masyarakat, khususnya di wilayah Banyumas Raya dan sekitarnya.

Pembangunan tol akan meningkatkan konektivitas antarwilayah sehingga roda ekonomi di Jawa Tengah Selatan (Jasela) dapat bergerak lebih lancar. Sektor perdagangan, logistik, dan distribusi barang diyakini akan lebih efisien dengan kehadiran infrastruktur ini.

Baca Juga

Prabowo Subianto Ingin Perjanjian Sertifikasi Profesi Antara Indonesia Dan Australia Diperluas

Dampak ekonomi diharapkan tidak hanya dirasakan di kota besar, tetapi juga di wilayah kabupaten yang dilintasi. Selain aspek ekonomi, tol ini juga diharapkan menjadi penggerak investasi lokal.

Kehadiran tol bisa membuka peluang baru bagi pelaku usaha, terutama UMKM, untuk memperluas pasar mereka. Dengan infrastruktur yang memadai, peluang kerja baru juga diprediksi meningkat di kawasan terdampak tol.

Konektivitas Tol dan Potensi Pariwisata

Rustam Aji, content manager Tribun Banyumas, menyoroti dampak positif tol bagi kemajuan daerah yang dilintasi. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan setiap rest area tol sebagai media promosi potensi lokal.

Misalnya, produk UMKM dan destinasi wisata setempat bisa diperkenalkan kepada pengguna tol, sekaligus meningkatkan kunjungan wisata. Rest area tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat, tetapi juga sebagai gerbang promosi daerah.

Informasi destinasi wisata, peta lokal, dan budaya setempat bisa ditampilkan agar masyarakat lebih mengenal potensi lokal. Dengan demikian, tol bukan sekadar infrastruktur transportasi, tetapi juga media pengembangan ekonomi kreatif. Pemanfaatan rest area sebagai titik promosi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi mikro.

Pedagang lokal dan pengelola UMKM bisa mendapatkan kesempatan memperluas jaringan pasar. Hal ini diharapkan menciptakan sinergi antara infrastruktur transportasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Sektor Pariwisata Jadi Fokus Pengembangan

Narasumber lain, Mamduh Adi Priyanto, menilai tol Pejagan-Cilacap akan mendorong sektor pariwisata di wilayah yang dilintasi. Potensi wisata Banyumas Raya sangat besar, mulai dari Pantai Selatan Kebumen, Baturraden di Banyumas, hingga Dieng di Banjarnegara. Namun, potensi ini belum optimal karena aksesibilitas yang terbatas.

Kehadiran tol diharapkan mempermudah wisatawan dari berbagai daerah untuk mengunjungi destinasi lokal. Selain itu, tol juga bisa tersambung ke jalur wisata di Yogyakarta, meningkatkan daya tarik kawasan secara keseluruhan.

Dengan demikian, pembangunan tol bukan hanya soal transportasi, tetapi juga pengembangan destinasi wisata regional. Tol yang baik akan membuka peluang baru bagi promosi paket wisata terpadu. 

Misalnya, wisata alam, kuliner lokal, dan atraksi budaya bisa digabungkan dalam satu rute perjalanan. Hal ini akan menarik wisatawan domestik maupun internasional, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.

Tantangan dan Optimisme Realisasi Tol

Meskipun proyek tol ini membawa harapan besar, kendala teknis dan administratif masih menjadi tantangan. Perencanaan yang matang dan koordinasi antarinstansi menjadi kunci agar pembangunan tol dapat berjalan lancar. Pemerintah daerah dan pusat harus bersinergi untuk mempercepat proses perizinan dan konstruksi.

Optimisme masyarakat dan pemangku kepentingan tetap tinggi, karena tol akan memberikan manfaat jangka panjang bagi wilayah Jawa Tengah Selatan. Infrastruktur ini akan memperpendek jarak antarwilayah, mempercepat distribusi barang, serta meningkatkan kunjungan wisata.

Dengan tol yang terbangun, peluang pengembangan ekonomi dan pariwisata diharapkan lebih optimal. Keberhasilan proyek tol ini juga menjadi cermin bagi pengembangan infrastruktur di wilayah lain.

Peningkatan konektivitas tidak hanya memudahkan mobilitas, tetapi juga menjadi alat strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Dengan tol Pejagan-Cilacap, mimpi jalur wisata yang menyambung hingga Yogyakarta bisa segera terwujud.

Alif Bais Khoiriyah

Alif Bais Khoiriyah

wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

GAC Banting Harga Mobil Listrik Aion Puluhan Juta Di IIMS Dua Ribu Dua Puluh Enam

GAC Banting Harga Mobil Listrik Aion Puluhan Juta Di IIMS Dua Ribu Dua Puluh Enam

Kementerian Perindustrian Memberikan Kejelasan Mengenai Kelanjutan Insentif Mobil Listrik Dua Ribu Dua Puluh Enam

Kementerian Perindustrian Memberikan Kejelasan Mengenai Kelanjutan Insentif Mobil Listrik Dua Ribu Dua Puluh Enam

Wali Kota Lis Upayakan Kembali Normalnya Jadwal Penerbangan Garuda Di Tanjungpinang

Wali Kota Lis Upayakan Kembali Normalnya Jadwal Penerbangan Garuda Di Tanjungpinang

Bupati Biak Numfor Memastikan Bulan Maret Penerbangan Perdana Rute Biak Sorong

Bupati Biak Numfor Memastikan Bulan Maret Penerbangan Perdana Rute Biak Sorong

Kemenperin Godok Insentif Kendaraan Listrik Dan Hybrid Dua Ribu Dua Puluh Enam

Kemenperin Godok Insentif Kendaraan Listrik Dan Hybrid Dua Ribu Dua Puluh Enam