JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyebut kenaikan gaji aparatur sipil negara (ASN) belum dapat dipastikan.
Rencana kenaikan gaji ASN tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025. “Sampai saat ini kebijakan kenaikan gaji belum bisa dipastikan,” kata Qodari.
Menurutnya, pengalaman menunjukkan bahwa rencana kebijakan dalam RKP tidak selalu bisa langsung dilaksanakan. Beberapa contoh kebijakan sebelumnya, seperti cukai minuman berpemanis dan pajak karbon, memerlukan proses panjang sebelum diterapkan.
Baca JugaPrabowo Subianto Ingin Perjanjian Sertifikasi Profesi Antara Indonesia Dan Australia Diperluas
Kemenpan RB juga belum membahas secara rinci kenaikan gaji ASN dengan Kementerian Keuangan.
Perhitungan Kebutuhan Anggaran
Gaji ASN terakhir baru dinaikkan pada 2024 sesuai PP Nomor 5 Tahun 2024 dan Perpres Nomor 10 Tahun 2024. Saat ini, perhitungan kebutuhan gaji bagi 4,7 juta ASN mencapai sekitar Rp178,2 triliun per tahun, belum termasuk tunjangan dan THR.
Qodari menambahkan, jika dilakukan peningkatan moderat, misalnya 8%, dibutuhkan tambahan minimal Rp14,24 triliun pada RKP. Perhitungan ini penting untuk memastikan kenaikan gaji bisa dilakukan sesuai kondisi keuangan negara.
Tambahan anggaran harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal dan kebutuhan operasional ASN. Proses perhitungan anggaran akan menentukan kapan dan bagaimana kenaikan gaji dapat diterapkan.
Fokus pada Reward dan Kinerja ASN
Selain rencana kenaikan gaji, pemerintah menyiapkan skema reward berbasis kinerja untuk ASN. Manajemen kinerja yang lebih ketat ditargetkan meningkatkan indeks sistem merit, termasuk penggajian, penghargaan, dan disiplin.
Target indeks sistem merit sisi penggajian dan penghargaan ditetapkan meningkat hingga 67%, sementara manajemen kinerja naik menjadi 61%. Pendekatan ini bertujuan mewujudkan peningkatan kesejahteraan ASN secara adil dan berbasis prestasi.
“Penerapan konsep total reward berbasis kinerja dapat dilaksanakan melalui manajemen penghargaan dan pengakuan serta sistem manajemen kinerja,” tertulis dalam lampiran Perpres 79/2025. Langkah ini diharapkan mendorong ASN lebih produktif, disiplin, dan berkinerja tinggi dalam melaksanakan tugasnya.
Cakupan dan Prospek Implementasi
Rencana kenaikan gaji ASN mencakup guru, dosen, tenaga kesehatan, penyuluh, anggota TNI/Polri, hingga pejabat negara. Pendekatan total reward akan memadukan pengakuan, penghargaan, dan kompensasi finansial bagi seluruh ASN.
Dengan penerapan sistem merit berbasis kinerja, pemerintah berharap peningkatan kesejahteraan ASN dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan berkelanjutan. Keberhasilan implementasi juga bergantung pada koordinasi antar kementerian dan evaluasi berkala.
Manajemen penghargaan dan kinerja akan memastikan setiap ASN mendapatkan insentif sesuai kontribusi dan prestasinya.Langkah ini sekaligus memperkuat tata kelola ASN dan mendorong profesionalisme dalam pelayanan publik di seluruh Indonesia.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
GAC Banting Harga Mobil Listrik Aion Puluhan Juta Di IIMS Dua Ribu Dua Puluh Enam
- Jumat, 06 Februari 2026
Wali Kota Lis Upayakan Kembali Normalnya Jadwal Penerbangan Garuda Di Tanjungpinang
- Jumat, 06 Februari 2026
Bupati Biak Numfor Memastikan Bulan Maret Penerbangan Perdana Rute Biak Sorong
- Jumat, 06 Februari 2026
Kemenperin Godok Insentif Kendaraan Listrik Dan Hybrid Dua Ribu Dua Puluh Enam
- Jumat, 06 Februari 2026








.jpeg)



