JAKARTA - Di Jawa Barat, pembangunan Tol Gedebage–Cilacap–Tasikmalaya–Cileunyi (Getaci) menjadi perhatian utama calon kabupaten baru.
Dari 10 calon kabupaten hasil pemekaran, hanya Kabupaten Garut Utara yang rute Tol Getaci melewatinya. Keberadaan tol ini akan mempermudah akses transportasi masyarakat, sekaligus menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Meskipun tidak memiliki exit tol langsung, ada dua exit terdekat yang dapat dijangkau dengan mudah dari wilayah Garut Utara. Kehadiran Tol Getaci diharapkan menjadi pemicu percepatan pertumbuhan ekonomi, membuka peluang investasi, serta memudahkan distribusi logistik di Priangan Timur.
Baca JugaPrabowo Subianto Ingin Perjanjian Sertifikasi Profesi Antara Indonesia Dan Australia Diperluas
Pemekaran Wilayah dan Peluang Transportasi
Pemprov Jawa Barat telah mengajukan 10 calon daerah otonomi baru yang disetujui DPRD Jabar. Usulan kini menunggu pencabutan moratorium pemekaran oleh Kemendagri. Moratorium ini sudah berlaku sejak 2015.
Selain Kabupaten Garut Utara, calon kabupaten lain yang diusulkan antara lain Kabupaten Sukabumi Utara, Kabupaten Cianjur Selatan, Kabupaten Bogor Barat dan Timur, Kabupaten Garut Selatan, Kabupaten Tasikmalaya Selatan, Kabupaten Subang Utara, Kabupaten Cirebon Timur, dan Kabupaten Indramayu Barat.
Pemekaran wilayah yang disertai pembangunan infrastruktur strategis diharapkan memberi kesejahteraan lebih bagi masyarakat. Dengan tol, daerah baru ini tidak akan kesulitan akses transportasi yang selama ini menjadi kendala.
Rute Tol Getaci dan Dampak Ekonomi
Tahap pertama pembangunan Tol Getaci dimulai dari Gedebage hingga Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Segmen ini saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan sesuai izin penetapan lokasi.
Di Garut Utara, rute tol akan melewati tiga kecamatan penting, yaitu Leles, Kadungora, dan Leuwigoong. Total 13 desa di tiga kecamatan ini akan mendapatkan manfaat langsung dari pembangunan tol.
Masyarakat setempat menganggap tol sebagai solusi untuk mengurangi kemacetan, mempercepat mobilitas, serta meningkatkan peluang ekonomi. Keberadaan tol diharapkan menarik investasi dan memperluas jaringan perdagangan lokal.
Exit Terdekat dan Aksesibilitas Wilayah
Meski tidak memiliki exit tol langsung, Kabupaten Garut Utara tetap mudah dijangkau melalui exit Nagreg di perbatasan Bandung–Garut dan exit Banyuresmi. Kedua exit ini memberikan akses cepat ke pusat ekonomi dan kota-kota besar di sekitarnya.
Tol Getaci akan menghubungkan Garut Utara dengan Kota Bandung dan Tasikmalaya, menjadikan daerah ini lebih strategis bagi pengembangan industri dan sektor jasa. Masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat mobilitas lebih cepat dan biaya logistik lebih efisien.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memandang infrastruktur ini sebagai peluang besar untuk mendukung keberhasilan pemekaran wilayah. Garut Utara akan menjadi contoh daerah yang langsung mendapatkan manfaat pembangunan jalan tol dari awal.
Alif Bais Khoiriyah
wartafinansial.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Juara Kelas Bulu UFC Ilia Topuria Isyaratkan Segera Kembali Bertarung Di Oktagon
- Jumat, 06 Februari 2026
Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League Dana Rp27 Triliun Disiapkan
- Jumat, 06 Februari 2026
Astra Hadirkan Karya Seni Kreatif Bersama indieguerillas di Stasiun MRT Setiabudi
- Jumat, 06 Februari 2026
Berita Lainnya
GAC Banting Harga Mobil Listrik Aion Puluhan Juta Di IIMS Dua Ribu Dua Puluh Enam
- Jumat, 06 Februari 2026
Wali Kota Lis Upayakan Kembali Normalnya Jadwal Penerbangan Garuda Di Tanjungpinang
- Jumat, 06 Februari 2026
Bupati Biak Numfor Memastikan Bulan Maret Penerbangan Perdana Rute Biak Sorong
- Jumat, 06 Februari 2026
Kemenperin Godok Insentif Kendaraan Listrik Dan Hybrid Dua Ribu Dua Puluh Enam
- Jumat, 06 Februari 2026








.jpeg)



