WARTAFINANSIAL.COM — Konflik bersenjata di Thailand selatan sudah berjalan lebih dari dua dekade dan menewaskan ribuan orang. Gerakan Barisan Revolusi Nasional (BRN) kembali menegaskan tujuannya tak berubah: kemerdekaan. Berikut fakta-fakta penting yang perlu kamu tahu.
Negosiasi damai antara BRN dan Pemerintah Thailand sempat berjalan, tapi kini mandek. Perwakilan BRN akhirnya angkat bicara lagi setelah sekian lama bungkam.
1. BRN Sudah Berjuang Sejak 1960-an
Barisan Revolusi Nasional adalah gerakan bersenjata yang memperjuangkan pemisahan wilayah selatan Thailand. Kawasan itu mayoritas dihuni penduduk Muslim. Perjuangan mereka sudah dimulai sejak era 1960-an.
Meski begitu, konflik bersenjata yang benar-benar berdarah baru pecah pada 2004.
2. Lebih dari 7 Ribu Nyawa Melayang
Lembaga pemantau Deep South Watch mencatat lebih dari 7 ribu orang tewas sejak konflik membara pada 2004. Korban terdiri dari milisi pemberontak, pasukan keamanan Thailand, dan warga sipil.
Angka itu menunjukkan betapa mahal harga konflik yang tak kunjung usai di empat provinsi selatan.
3. Negosiasi Damai Dimulai 2013, Kini Buntu
Pemerintah Thailand membuka perundingan dengan BRN pada 2013 lewat perantara Malaysia. Pertemuan tingkat tinggi terakhir digelar Desember tahun lalu.
Dialog kemudian berhenti setelah lima tentara Thailand terbunuh di wilayah selatan. Sejak insiden itu, BRN untuk pertama kalinya kembali buka mulut ke media.
4. Tuntutan BRN: Kekuasaan Politik dan Syariah
Juru bicara delegasi negosiasi BRN, Nikmatullah Seri, menyatakan kelompoknya meminta Bangkok membagi kekuasaan di empat provinsi selatan. BRN juga menuntut syariah Islam berlaku bagi seluruh Muslim di wilayah tersebut.
"Kami ingin kekuasaan politik. Itu sebabnya, BRN bisa memerintah di kawasan tersebut," ujar Nikmatullah.
5. Akar Sejarah: Kesultanan Patani yang Diambil Thailand
Wilayah selatan Thailand dulunya bagian dari Kesultanan Patani yang bernuansa Melayu dan Muslim. Kawasan itu kemudian diambil Kerajaan Thailand pada awal 1900-an.
Berbeda dengan Patani, kerajaan cikal bakal Thailand modern mayoritas berpenduduk Buddha. Perbedaan ini jadi akar panjang konflik yang masih berlanjut hingga kini.
Dua dekade lebih konflik berjalan, BRN menegaskan perjuangan mereka belum akan berhenti. "Perjuangan kami akan terus berlanjut hingga ujung waktu," kata Nikmatullah.