Penataan BUMN Karya: Brantas Abipraya Eliminasi Puluhan Anak Usaha

Penataan BUMN Karya (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Jumat, 04 September 2026 | 12:10:26 WIB

JAKARTA - Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria hendak mengarahkan operasional PT Brantas Abipraya menuju bidang konstruksi.

Tindakan ini diperjelas lewat pangkasan 29 unit usaha yang ada di luar area utama.

Dony pun sudah mengundang para jajaran direksi PT Brantas Abipraya guna membicarakan progres transformasi serta perapihan unit bisnis perseroan.

Brantas Abipraya hendak merampingkan tatanan bisnis dengan menyisakan entitas induk serta menghentikan operasional anak perusahaan yang dirasa tak lagi relevan untuk menopang prioritas utama.

"Saya harapkan nanti setelah selesai pembersihan ini, ke depannya betul-betul fokus kepada bisnis kontraktor," kata Dony dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (4/9/2026).

Dony menganggap tahap ini sebagai dorongan bagi Brantas Abipraya guna mengokohkan dasar perseroan serta menaikkan pemusatan pada bidang kontraktor.

Chief Operating Officer (COO) Danantara tersebut pun meminta supaya Brantas mampu menjadi entitas BUMN Karya yang paling terdepan merampungkan tahap perapihan.

"Brantas tinggal induknya, dan ini termasuk perusahaan yang paling sehat,” tegas dia.

Brantas Abipraya menjadi satu di antara BUMN Karya yang dirapikan agar berfokus pada bidang intinya.

Agenda penggabungan bakal terus dijalankan kepada BUMN Karya yang lain.

Sebelumnya, Danantara belum menetapkan perseroan yang bakal menjadi penyintas pada skema penggabungan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) bersama PT PP (Persero) Tbk (PTPP).

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa rancangan penataan itu belum final lantaran masih butuh dialog lanjutan dengan BUMN karya bersangkutan.

Dony memaparkan bahwasanya Danantara bakal mendiskusikan rancangan perampingan ini demi menetapkan pola terbaik yang sanggup menopang daya tahan dan kebugaran keuangan perseroan.

“Belum ditentukan juga. Dan juga belum pasti Adhi dan PP dan lain sebagainya. Jadi, kami akan lihat,” ujar Dony di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.

Pihaknya menandaskan, alur perampingan BUMN karya bakal menimbang daya tahan serta kebugaran tiap-tiap entitas.

Danantara hendak mendalami hasil musyawarah sebelum menetapkan format penggabungan dan menentukan entitas penopang utama.

“Yang penting itu akan terjadi konsultasi dari perusahaan karya kami dan melihat proses keselamatan serta penyehatannya,” kata Dony.

Dony pun membenarkan bahwa pihak Danantara menyasar tahapan penggabungan itu sanggup berjalan pada periode tahun ini.

“(Dikebut tahun ini?) Iya,” tutur Dony saat ditanya mengenai target percepatan penyelesaian merger pada 2026.

Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk, Novel Arsyad membeberkan urutan sebelum penggabungan BUMN Karya.

Penataan ulang kewajiban utang pada perbankan milik negara menjadi keutamaan utama.

Novel menguraikan, beban utang terhadap Himpunan Bank Negara (Himbara) atau bank BUMN dibereskan terlebih dahulu lewat opsi penataan ulang.

Tindakan ini juga yang sempat dirundingkan dengan Kepala Badan Pengaturan BUMN/Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria waktu lalu.

"Supaya terkait restrukturisasi ini segera tuntas dulu, harapannya dalam waktu dekat ini restrukturisasinya bisa selesai. Nah setelah selesai, kami masuk ke merger," ucap Novel, di sela-sela Danantara Housing Expo, di Tangerang, Banten, dikutip Senin (31/8/2026).

Pihaknya menerangkan, saat ini alur penataan ulang pinjaman PTPP menyentuh angka 70-80%.

Sasarannya perapihan pinjaman tersebut dapat tuntas di kurun tahun 2026 ini.

Sementara itu, PTPP menanggung beban peminjaman tempo pendek sebesar Rp 4,49 triliun hingga Juni 2026.

Porsi dominan merupakan pinjaman yang disalurkan bank BUMN.

PTPP tercatat memiliki beban pinjaman pada bank swasta, namun porsinya terhitung kecil.

"Ya restrukturisasi yang dilakukan perbankan bersama kami. Bersama perusahaan untuk melakukan, kami dengan kondisi yang ada saat ini harus direstrukturisasi. Restrukturisasi inilah yang akan kami selesaikan dalam jangka waktu dekat ini," beber N

Reporter: Moch Febrianto