Lonjakan Harga Emas Menyusul Meredanya Ketegangan Hubungan AS dan Iran

Lonjakan Harga Emas Menyusul Meredanya (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Senin, 27 Juli 2026 | 11:01:15 WIB

SINGAPURA - Pada perdagangan pagi tanggal 27 Juli, harga emas dunia kembali naik setelah pertempuran antara AS dan Iran mereda selama akhir pekan, membantu meredakan kekhawatiran tentang risiko gangguan pasokan minyak.

Pada pukul 06.42 waktu Singapura tanggal 27 Juli, harga emas spot naik 1%, menjadi $4.092,11 per ons.

Pada 26 Juli, Iran mengumumkan telah menghentikan tindakan balasan di kawasan tersebut setelah AS menghentikan operasi militer yang menargetkan negara itu selama dua malam terakhir.

Sementara itu, CBS, mengutip pejabat regional yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa AS telah menghentikan sementara gelombang serangan udara terhadap Iran untuk menghindari gangguan terhadap pembicaraan diplomatik langsung antara Iran dan Oman.

Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, pada tanggal 24-25 Juli, Iran dan Oman mengadakan beberapa putaran pembicaraan di Teheran pada tingkat wakil menteri luar negeri, membahas prinsip-prinsip umum dan mekanisme praktis untuk memastikan navigasi yang aman di Selat Hormuz.

Sejak akhir Juni, harga emas sebagian besar berfluktuasi di sekitar angka $4.000 per ons.

Banyak pedagang menganggap level ini sebagai zona support yang krusial.

Namun, harga logam mulia ini masih 20% lebih rendah daripada puncak yang dicapai sebelum AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari.

Pada saat itu, harga emas mencapai rekor tertinggi hampir $5.600 per ons.

Menyusul gencatan senjata sementara yang dicapai bulan lalu, konflik yang kembali memanas di Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir telah meningkatkan tekanan inflasi dan memperbesar kemungkinan bahwa Federal Reserve AS (Fed) akan menaikkan suku bunga lebih lanjut, faktor yang tidak menguntungkan bagi emas.

Reporter: Moch Febrianto