BNI Perkokoh Tata Kelola dan Tegaskan Zero Tolerance Terhadap Fraud

BNI Perkokoh Tata Kelola dan Tegaskan Zero Tolerance (FOTO: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 21 Juli 2026 | 10:47:23 WIB

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menekankan penerapan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk fraud dan korupsi demi mengukuhkan tata kelola perseroan serta melindungi nasabah maupun kepercayaan publik.

Pendirian tersebut beriringan dengan penguatan tata kelola pada ranah badan usaha milik negara di bawah koordinasi Danantara.

BNI melaksanakan penanggulangan fraud secara menyeluruh, diawali dari tindakan pencegahan, pengenalan dini, pemeriksaan, hingga penyampaian laporan ke aparat penegak hukum berdasarkan aturan yang berlaku.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan, tata kelola beserta integritas merupakan fondasi pokok yang dipelihara perseroan selama delapan dekade.

“Selama delapan dekade, BNI dibangun di atas fondasi kepercayaan. Karena itu, penguatan tata kelola dan budaya integritas bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan bagian dari jati diri perseroan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026).

Berdasarkan penjelasannya, BNI tidak memberi toleransi bagi fraud maupun korupsi sebab perbuatan itu berpeluang memberi kerugian pada perseroan dan nasabah, sekaligus mengikis kepercayaan warga kepada dunia perbankan.

Guna memperkuat langkah pencegahan, BNI senantiasa menyempurnakan sistem kontrol internal, perangkat pengawasan, serta alur bisnis yang menitikberatkan pada prinsip kehati-hatian.

BNI turut menaikkan kapasitas pengenalan dini memanfaatkan bantuan teknologi supaya dapat mengenali potensi penyimpangan secara lebih cekatan.

“Melalui semangat Swadharma Bhakti Nagara, kami berkomitmen menjaga amanah masyarakat dan negara dengan memastikan setiap proses bisnis dijalankan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik fraud maupun korupsi,” kata Okki.

Swadharma Bhakti Nagara menjadi tema peringatan hari ulang tahun ke-80 BNI pada 5 Juli 2026.

Tema tersebut memperlihatkan komitmen perseroan guna terus menghadirkan pelayanan optimal bagi warga dan negara.

BNI menganggap efektivitas penangkalan fraud tak cuma bergantung pada sistem maupun teknologi, melainkan juga pada integritas pekerja serta konsistensi pelaksanaan budaya kepatuhan pada semua jenjang organisasi.

Lewat penguatan tata kelola, kontrol, serta budaya integritas, BNI berikhtiar merawat kepercayaan nasabah seraya menjamin fungsi intermediasi berlangsung sehat dan menyumbang kemanfaatan berkelanjutan bagi perekonomian nasional.

Reporter: Moch Febrianto