IHSG Berpotensi Koreksi Hari Ini, Simak Rekomendasi Sahamnya

Ilustrasi IHSG. (FOTO:NET)
Jumat, 17 Juli 2026 | 10:36:52 WIB

JAKARTA - Analisis harian dari BNI Sekuritas mengabarkan bahwa indeks saham di Wall Street berakhir di zona merah pada sesi transaksi Kamis (16/7), lantaran pelepasan aset secara masif pada saham sektor teknologi menutup laporan kinerja keuangan perusahaan yang sebenarnya membukukan rapor positif.

Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,51%, Nasdaq Composite melemah hingga 1,47%, serta Dow Jones Industrial Average menyusut sebanyak 0,20%.

Beban terberat bersumber dari kelompok industri semikonduktor usai Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) mengatrol estimasi belanja modal tahun ini menuju angka US$ 60 miliar hingga US$ 64 miliar, melonjak dari panduan terdahulu yang berkisar di US$ 52 miliar sampai US$ 56 miliar.

Kendati perolehan laba sepanjang kuartal kedua sanggup melampaui ekspektasi dari para analis, nilai saham TSMC tetap tergelincir lebih dari 2%.

Bukan hanya itu, ETF semikonduktor VanEck Semiconductor (SMH) ikut amblas mendekati 4%, dan kemerosotan di atas 5% menimpa saham Arm Holdings.

Lembar saham Micron Technology, Advanced Micro Devices (AMD), serta Broadcom masing-masing terdepresiasi melampaui 5%, sementara saham SK Hynix yang diperdagangkan di pasar Amerika Serikat merosot di atas 13%.

Di waktu yang sama, Alphabet melemah lebih dari 4% menyusul kabar mengenai penundaan kembali pengenalan model kecerdasan buatan andalan mereka, yakni Gemini 3.5 Pro.

Pada sudut pandang lain, data perekonomian paling gres memperlihatkan tingkat konsumsi masyarakat Amerika Serikat tergolong masih kokoh walaupun tekanan pada harga barang tetap tinggi.

Pengajuan kompensasi bagi pengangguran untuk pekan yang berakhir pada 11 Juli tercatat di angka 208.000, nominal ini lebih minim dari perkiraan para pakar ekonomi yang memproyeksikan di angka 218.000.

Sementara itu, tingkat penjualan eceran di Amerika Serikat pada periode Juni merangkak naik 0,2%, perolehan yang selaras dengan proyeksi pelaku pasar.

Pada sisi yang berbeda, lantai bursa saham di kawasan Asia berakhir dengan pergerakan yang variatif pada transaksi Kamis (16/7), di mana saham dari Korea Selatan menjadi motor pelemahan utama akibat aksi jual besar-besaran pada saham semikonduktor yang memicu anjloknya indeks KOSPI.

Indeks MSCI Emerging Markets Asia terpangkas 1,4% yang dimotori oleh merosotnya pasar saham Korea Selatan.

Indeks KOSPI sendiri ditutup jatuh sedalam 6,4%.

Gelombang pelepasan saham terutama menggilas dua korporasi semikonduktor raksasa asal Korea Selatan, yakni SK Hynix dan Samsung Electronics, yang masing-masing melemah sebesar 11,5% dan 8,8%.

Dinamika tersebut terjadi usai Bank of Korea (BOK) menaikkan tingkat suku bunga acuan sebanyak 25 bps untuk pertama kalinya sejak Januari 2023 demi membentengi nilai tukar mata uang won.

Untuk wilayah Taiwan, indeks saham berakhir relatif jalan di tempat setelah sebelumnya sempat tersungkur hingga 1,5% sepanjang jam perdagangan.

Sebaliknya, saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) justru menguat 1,2% sesaat sebelum manajemen merilis lonjakan keuntungan bersih kuartal kedua sebesar 77% secara tahunan, yang posisinya jauh melompati prediksi pasar.

Di lain pihak, IHSG pada perdagangan kemarin (16/7) berakhir menguat sebesar 1.1%, yang disokong oleh aksi beli bersih investor korporasi asing senilai Rp283 Miliar.

Beberapa saham yang paling dominan dikoleksi oleh investor luar negeri meliputi BBCA, BMRI, ANTM, AMMN, serta TPIA.

“IHSG berpotensi koreksi hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6050-6070 dan Resist IHSG: 6130-6150,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (17/7).

Lebih lanjut dipaparkan beberapa instrumen saham yang dapat dijadikan alternatif ide perdagangan hari ini, antara lain BBRI, BUMI, BRPT, TLKM, ADMR, serta MEDC.

Di bawah ini dipaparkan saran aktivitas perdagangannya: untuk BBRI direkomendasikan Spec Buy dengan titik beli pada kisaran 2840-2860, serta batas cutloss di bawah level 2810.

Target sasaran terdekat berada pada rentang 2920-3000.

BUMI disarankan Spec Buy dengan titik beli di posisi 147-149, serta batas cutloss di bawah level 144.

Target sasaran terdekat dipatok pada kisaran 151-153.

BRPT direkomendasikan Buy if Break 1700 dengan target sasaran terdekat pada rentang 1720-1745.

Batas cutloss diposisikan di bawah level 1685.

TLKM disarankan Spec Buy dengan titik beli pada rentang 2500-2530, serta batas cutloss di bawah level 2490.

Target sasaran terdekat berada pada posisi 2550-2570.

ADMR direkomendasikan Buy on Weakness dengan titik beli di area 1510-1530, serta batas cutloss di bawah level 1500.

Target sasaran terdekat berada pada kisaran 1550-1580.

Terakhir, MEDC disarankan Spec Buy dengan titik beli di posisi 1260, serta batas cutloss di bawah level 1245.

Target sasaran terdekat ditetapkan pada angka 11280-1290.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif