IHSG Berpotensi Hijau 17 Juli 2026, Intip 5 Saham Pilihan

Ilustrasi IHSG, Sumber: kabarbursa.
Penulis: Aaina Salsa Bila
Jumat, 17 Juli 2026 | 09:08:26 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan kembali melaju di zona hijau pada perdagangan hari Jumat (17/7/2026). Pergerakan indeks hari ini diperkirakan akan berada pada rentang resistance 6.175, pivot 6.125, serta support 6.080.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG dilaporkan melonjak sebesar 1,1% hingga mencapai level 6.108,21. Penguatan ini dipicu oleh aksi beli bersih oleh investor asing yang menyentuh angka Rp 283,41 miliar di pasar reguler.

Seiring dengan performa positif indeks, nilai tukar rupiah turut ditutup menguat sebesar 0,46% ke posisi Rp 17.986 per dolar AS. Berdasarkan analisis teknikal, posisi IHSG saat ini terpantau masih bertahan di atas MA5 dan MA20.

Tren positif ini diperkuat oleh indikator MACD yang mulai menunjukkan pelebaran slope ke arah positif. Hal tersebut menandakan bahwa momentum penguatan indeks masih terjaga dengan stabil di pasar modal.

"Dengan demikian, IHSG hari ini berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance 6.125–6.175," tulis Phintraco Sekuritas dalam risernya, Jumat (17/7/2026).

Sementara itu, kondisi makroekonomi domestik mencatatkan realisasi investasi Indonesia yang mencapai Rp 511,8 triliun pada Kuartal II-2026. Capaian tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,1% secara tahunan (YoY).

Realisasi investasi tersebut setara dengan 25,1% dari total target nasional sepanjang tahun 2026. Aliran modal asing jangka panjang ini mayoritas berasal dari negara mitra seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Berdasarkan modal yang masuk, porsi penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar 49,6%. Sedangkan untuk porsi penanaman modal asing (PMA) berada di angka 50,4%.

Penyebaran wilayah investasi juga menunjukkan distribusi yang cukup berimbang antara Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Pada sektor investasi asing langsung (FDI), tercatat adanya kenaikan yang cukup signifikan.

FDI di luar sektor keuangan dan migas melonjak 27,4% YoY hingga mencetak rekor tertinggi senilai Rp 257,7 triliun pada Kuartal II-2026. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan Kuartal I-2026 yang tercatat hanya naik 8,5% YoY.

Sektor industri logam dasar tercatat sebagai bidang yang paling banyak menyerap aliran modal masuk tersebut. Posisi selanjutnya diikuti oleh sektor jasa lainnya serta sektor pertambangan.

Secara akumulatif sepanjang Semester I-2026, investasi asing langsung tumbuh 17,3% YoY menjadi Rp 432,6 triliun. Singapura hingga saat ini masih bertahan menjadi negara asal investor terbesar bagi Indonesia.

"Kenaikan FDI ini menjadi indikasi positif akan pertumbuhan ekonomi yang diperkecil masih solid pada Kuartal II-2026. Di lain pihak, ketergantungan terhadap investasi berbasis komoditas tetap menjadi risiko yang perlu diantisipasi," papar Phintraco Sekuritas.

Dalam menghadapi pergerakan pasar ini, para pelaku pasar disarankan untuk mencermati sejumlah saham potensial. Analisis pasar memberikan rekomendasi lima saham pilihan untuk perdagangan hari ini yaitu BBCA, ICBP, EXCL, TKIM, dan SMGR.

Reporter: Aaina Salsa Bila