IPO Saham EMMI Resmi Melantai di Bursa Hari Ini, Simak Potensinya

Ilustrasi Saham, Sumber: bareksa.
Penulis: Aaina Salsa Bila
Rabu, 08 Juli 2026 | 10:02:19 WIB

JAKARTA – Saham PT Esa Medika Mandiri Tbk resmi melantai atau tercatat di Bursa Efek Indonesia hari ini, Rabu 8 Juli 2026. Berikut adalah simulasi auto rejection atas saham EMMI pada hari pertama perdagangan.

Melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering, EMMI menawarkan 522.857.000 saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga Rp 470 per saham.

Nilai total penawaran ini mencapai Rp 245,74 miliar dengan minat investor yang terpantau membludak. Harga saham EMMI berpotensi melonjak hingga menyentuh auto rejection atas jika harga naik ke Rp 585.

Sebaliknya, saham EMMI akan terkena auto rejection bawah apabila harganya turun ke level Rp 400. Peminat saham perusahaan alat kesehatan ini dilaporkan mencapai 519.170 akun investor berdasarkan pantauan di Stockbit Sekuritas pada Senin 6 Juli.

Direktur Utama Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja, menyampaikan bahwa IPO ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan perusahaan sebagai penyedia alat kesehatan. Langkah ini disebut sebagai awal dari fase pertumbuhan baru bagi Esa Medika Mandiri.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung pengembangan usaha setelah dikurangi biaya emisi. Sebanyak Rp 50 miliar akan dipakai untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman dan 6,4 persen untuk pembiayaan belanja modal pembangunan gedung pabrik Cikupa.

Sekitar 72,3 persen dana IPO akan dialokasikan untuk modal kerja, termasuk pembelian barang terkait proyek serta bahan baku. Florian menyebut penguatan kapasitas usaha penting dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan fasilitas kesehatan terhadap alat yang andal.

Perseroan berada pada posisi yang baik untuk menangkap peluang pertumbuhan nasional yang didorong oleh modernisasi rumah sakit. "Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, jaringan distribusi nasional, fasilitas manufaktur lokal, serta kemitraan dengan berbagai prinsipal alat kesehatan, Perseroan berada pada posisi yang baik untuk menangkap peluang tersebut,” ujar Florian melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Kamis 2 Juli 2026.

Esa Medika Mandiri bergerak dalam perdagangan besar alat laboratorium, farmasi, serta alat kedokteran untuk kebutuhan manusia. Portofolio mereka mencakup peralatan medis untuk mendukung layanan kritikal di ruang operasi, ICU, IGD, hingga sistem sterilisasi.

Perusahaan telah melayani lebih dari 200 rumah sakit di Indonesia yang didukung oleh 1 kantor pusat, 2 pabrik, dan 4 kantor perwakilan. Secara kinerja, perusahaan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 454,64 miliar pada 2025, meningkat 18,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba bersih tahun berjalan juga tercatat meningkat 188,23 persen menjadi Rp 32,44 miliar pada 2025 dari Rp 11,25 miliar pada 2024. Dalam aksi korporasi ini, PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Ina Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Reporter: Aaina Salsa Bila