IHSG Sesi I 6 Juli 2026 Turun 0,10 Persen dan Saham Big Banks Lesu

Ilustrasi Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia (sumber foto: NET)
Penulis: Moch Febrianto
Selasa, 07 Juli 2026 | 12:24:46 WIB

JAKARTA - Pergerakan indeks harga saham gabungan kembali menunjukkan penurunan pada penutupan sesi pertama perdagangan hari Senin, tanggal 6 Juli 2026. Kondisi tersebut berbanding terbalik dari pembukaan pasar yang sempat meyakinkan karena menguat sampai posisi 5.919,13 pada awal transaksi.

Indeks harga saham gabungan bertengger di posisi 5.870,19 pada penutupan sesi kesatu menjelang jeda siang. Catatan ini memperlihatkan adanya penurunan indeks sebesar 0,10 persen setidaknya hingga sesi pertama berakhir.

Penurunan ini juga diikuti oleh merosotnya performa hampir seluruh indeks sektoral. Indeks LQ45 terpantau menyusut 4,03 persen ke posisi 579,31, sedangkan indeks IDX39 melemah 0,42 persen pada level 372,72. Sektor keuangan melalui IDXFinance turut mengalami koreksi sebesar 0,35 persen hingga berada di level 1.295,59.

Bila ditinjau dari nilai transaksinya, saham BBCA beserta BBRI menjadi komoditas yang paling aktif diperjualbelikan. Nilai perdagangan untuk saham BBCA menembus angka Rp543,49 miliar, diikuti oleh saham BBRI dengan capaian sebesar Rp332,37 miliar. Peringkat ketiga ditempati emiten milik Prajogo Pangestu, TPIA, dengan besaran transaksi senilai Rp275,32 miliar.

Sementara itu, jika melihat dari aspek frekuensi perdagangan, saham BBRI menjadi yang paling kerap berpindah tangan dengan total transaksi mencapai 50.507 kali. Angka tersebut disusul oleh emiten BMRI yang diperdagangkan sebanyak 38.751 kali.

Lesunya pergerakan indeks harga saham gabungan pada paruh pertama hari ini beriringan dengan penurunan harga sejumlah saham bank berkapitalisasi besar. Selain saham BBCA yang posisinya cenderung bergerak mendatar, saham-saham perbankan raksasa lainnya seperti BBRI, BMRI, serta BBNI terpantau kompak melemah.

Saham BBCA ditutup pada harga Rp6.100 per lembar, atau hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,83 persen. Sebaliknya, performa saham bank-bank besar milik negara atau Himbara justru tertekan. Saham BBRI menyusut 0,74 persen menuju level Rp2.690 per lembar, lalu saham BMRI parkir di angka Rp3.950 per lembar setelah terkoreksi 1,50 persen. Sementara itu, saham BBNI dihargai Rp3.240 per lembar setelah mengalami penurunan 0,31 persen.

Berdasarkan analisis teknikal, tren indeks setelah ditutup naik sebesar 2,28 persen pada pekan sebelumnya sebenarnya masih memiliki peluang untuk melanjutkan target penguatan ke rentang level 6.000 hingga 6.150.

"IHSG berpotensi mencoba break resistance di 5.900–5.950, dengan target kenaikan di 6.000 hingga 6.150"

Untuk perdagangan hari ini, area batas bawah ditetapkan berada pada kisaran rentang 5.780 hingga 5.850, sedangkan posisi batas atas diproyeksikan pada target 5.950 sampai 6.000.

Meski sempat mencatat penguatan pada sesi perdagangan yang lalu, pergerakan indeks saat ini masih dibayangi aksi pelepasan saham bersih oleh pemodal internasional dengan nilai mencapai kisaran Rp16,6 billion atau miliar. Kelompok saham yang paling banyak dijual oleh investor asing tersebut meliputi: BBRI MAPI TPIA EMAS ISAT

Reporter: Moch Febrianto