IHSG Hari Selasa Berpotensi Naik, Cermati Rekomendasi Saham BBRI Dan TINS
JAKARTA – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami penguatan pada sesi perdagangan hari Selasa (7/7/2026). Perkiraan ini mengacu pada hasil penutupan bursa saham yang berhasil bertahan di zona hijau kemarin.
IHSG tercatat menguat signifikan dengan penambahan 40,2 poin atau setara 0,69 persen pada hari Senin (6/7/2026). Pergerakan tersebut membawa indeks mendarat dengan aman pada posisi 5.916,070.
Berdasarkan penilaian teknikal dari MNC Sekuritas, pergerakan indeks hari ini akan ditopang oleh level support di posisi 5.899. Sementara titik jenuh atas atau area resistance akan berada di level 5.940.
Sentimen pasar domestik saat ini dipicu oleh penantian pelaku pasar terhadap rilis data terbaru cadangan devisa nasional. Fokus investor juga terbagi pada pergerakan nilai tukar rupiah yang sempat tertekan ke posisi psikologis Rp 18.116 per dollar AS.
Data pasar dari Bloomberg menunjukkan mata uang rupiah mengalami depresiasi tipis sebesar 32 poin atau 0,18 persen. Kurs mata uang Garuda ini tertahan di level Rp 17.995 per dollar AS dari perdagangan sebelumnya.
Di sektor komoditas global, fluktuasi harga minyak mentah dan emas internasional berisiko mengalami tekanan atau koreksi pasar. Situasi makro ini diprediksi ikut mempengaruhi pergerakan saham-saham sektoral yang berkaitan langsung di bursa domestik.
Nilai komoditas minyak bumi terpantau melorot tipis pada awal perdagangan bursa Asia hari Senin (6/7/2026). Pelemahan dipicu kesepakatan aliansi OPEC+ yang berniat menaikkan kuota produksi minyak harian per Agustus nanti.
Pasokan minyak mentah dunia juga diproyeksikan semakin melimpah dalam waktu dekat. Hal ini terjadi seiring pulihnya volume pengapalan komoditas energi tersebut dari negara-negara Teluk melewati jalur Selat Hormuz.
Berdasarkan data pasar, minyak mentah Brent terkoreksi 24 sen atau sekitar 0,33 persen menuju harga 71,88 dollar AS per barrel. Sementara minyak jenis WTI AS tergelincir 11 sen atau 0,16 persen ke posisi 68,58 dollar AS per barrel.
Di sisi lain, harga emas global terpantau kokoh di dekat level tertingginya dalam periode dua pekan belakangan. Kondisi menguatnya komoditas safe haven ini terjadi akibat berkurangnya ekspektasi pasar atas kenaikan suku bunga bank sentral AS.
Harga komoditas emas spot bergerak stagnan dan bertahan di posisi 4.175,02 dollar AS per ons. Di waktu yang sama, emas berjangka AS untuk masa kontrak Agustus naik 1,5 persen ke level 4.186,80 dollar AS per ons.
Pada performa mingguan lalu, harga logam mulia tersebut secara akumulatif menguat lebih dari 2 persen. Catatan positif ini berhasil mematahkan tren penurunan harga emas yang terjadi selama empat pekan berturut-turut sebelumnya.
“Kami perkirakan, IHSG berpeluang menguat dengan support 5899 dan resist 5940. Untuk sentimen, kami perkirakan akan ada rilis cadangan devisa, di sisi lain investor akan mencermati nilai tukar Rupiah yg diperkirakan akan melemah menguji 18116 serta pergerakan harga komoditas emas dan minyak yg rawan koreksi,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Untuk perdagangan Selasa, investor ritel dapat mencermati beberapa saham pilihan yang direkomendasikan oleh Herditya Wicaksana. Saham tersebut meliputi BBRI dengan target Rp 2.900-Rp 3.090, MDKA di rentang Rp 2.900-Rp 3.030, serta TINS di target Rp 3.650-Rp 3.790.
Di luar rekomendasi tersebut, sejumlah analis pasar modal juga memaparkan deretan emiten prospektif lain yang menarik untuk dicermati.
Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,31 persen ke level Rp 8.000 pada perdagangan Senin (6/7). Pola pergerakan teknikalnya memperlihatkan sinyal kuat setelah menembus batas resistance trendline.
AADI diprediksi berpeluang besar untuk terus melanjutkan reli kenaikannya menuju kisaran harga Rp 8.275 hingga Rp 8.400. Strategi transaksi yang disarankan adalah Buy on Weakness dengan area support pada posisi Rp 7.850 dan Rp 7.725.
Selanjutnya, emiten PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) memperlihatkan tanda pembalikan arah dengan bergerak di atas garis MA10 level 249. Indikator teknikal MACD juga memvalidasi adanya penguatan tren pada pergerakan saham real estate ini.
Saham PWON sendiri ditutup naik sebesar 0,79 persen ke level Rp 256 pada perdagangan hari Senin (6/7) kemarin. Rekomendasi untuk emiten ini adalah speculative buy dengan target resistance di Rp 288 dan support di rentang Rp 236.
Berbeda arah, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) terjerembab ke zona merah dengan koreksi harga sebesar 0,83 persen di level Rp 23.800. Meskipun grafik teknikalnya menunjukkan keberhasilan pullback, volatilitas pasar tetap perlu diantisipasi.
Adanya indikasi bearish divergence pada RSI dan volume perdagangan membuat analis merekomendasikan opsi hold untuk saham UNTR. Target batas atas atau resistance terdekat dipatok pada level Rp 25.050 dengan support kuat di Rp 23.300.