Harga Emas dan Perak Melonjak Setelah Data Tenaga Kerja AS Dirilis

Ilustrasi Emas dan Perak, Sumber: pluang.
Penulis: Aaina Salsa Bila
Jumat, 03 Juli 2026 | 09:12:12 WIB

JAKARTA - Harga emas dan perak melonjak setelah data non-farm payrolls Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Kamis (2/7/2026) ditutup di posisi US$ 4122,80 per troy ons dengan kenaikan 2,3% dalam 24 jam. Penguatan ini memperpanjang tren positif emas yang telah menguat 2,8% dalam dua hari beruntun.

Pada Jumat (3/7/2026) pukul 06.10 WIB, harga emas berada di US$ 4125,47 per troy ons atau menguat 0,07%. Di saat yang sama, indeks dolar AS melemah 0,5% ke 100,856 yang membuat logam mulia menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari ekspektasi mengurangi peluang bank sentral untuk kembali menaikkan suku bunga.

"Angka penciptaan lapangan kerja yang lebih rendah dari perkiraan mengindikasikan semakin kecil kemungkinan kenaikan suku bunga pada sisa tahun ini. Seperti yang kami ketahui, emas cenderung berkinerja lebih baik di lingkungan suku bunga yang lebih rendah," ujar salah satu pakar perdagangan logam.

Laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan ekonomi hanya menambah 57.000 lapangan kerja pada Juni, jauh di bawah proyeksi ekonom sebanyak 110.000. Tingkat pengangguran kini berada di angka 4,2%. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sebesar 51%, turun dari 66% sebelum data ketenagakerjaan dirilis.

World Gold Council melaporkan bank-bank sentral kembali aktif menambah cadangan emas pada Mei dengan total penambahan bersih 41 ton. Sementara itu, kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, naik menjadi 795,31 ton yang merupakan level tertinggi sejak awal Agustus.

Berikut adalah catatan pergerakan harga komoditas logam mulia:

Emas: US$ 4125,47 per troy ons 

Perak: US$ 61 per troy ons

Perak sendiri sempat melonjak 3,16% pada penutupan Kamis (2/7/2026) ke posisi US$ 61,008 per troy ons. Dengan pencapaian tersebut, harga perak tercatat telah terbang 4,6% dalam tiga hari perdagangan terakhir.

Reporter: Aaina Salsa Bila