IHSG Jatuh ke 5.644, Analis Mirae dan Pilarmas Soroti Dampak Jual Asing dan Sentimen Global
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (30/6/2026) langsung terperosok sejak awal sesi. Berdasarkan data RTI, IHSG dibuka di posisi 5.801,45, namun hingga pukul 09.35 WIB anjlok 175,95 poin atau 3,02% ke level 5.644,84.
IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.811,67, tetapi kemudian terus melemah hingga mencapai titik terendah di 5.644,63. Tekanan jual mendominasi pergerakan pasar sejak awal perdagangan.
Nafan Aji – Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Pelemahan IHSG dipicu minimnya katalis positif yang mampu menggerakkan pasar. Pelaku pasar masih wait and see karena belum ada rilis data makroekonomi domestik. Indikator penting seperti inflasi, neraca perdagangan, dan PMI manufaktur baru diumumkan pada 1 Juli. Prospek perdagangan AS–Iran juga menambah ketidakpastian, terutama terkait Selat Hormuz. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih kumulatif lebih dari Rp80 triliun.
Maximilianus Nico Demus – Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Sentimen perdagangan dipengaruhi sikap investor menunggu hasil penilaian lembaga pemeringkat S&P. Situasi dalam negeri yang belum membaik membuat investor enggan masuk ke pasar. Meski pembicaraan AS–Iran kembali berlangsung dan mayoritas bursa Asia menguat, IHSG justru terkoreksi tajam. Hal ini menunjukkan perlunya kebijakan yang mampu menjaga kepercayaan pasar tanpa menekan IHSG berlebihan. IHSG secara jangka pendek diperkirakan masih tertekan dengan rentang 5.520–5.740.
Dengan kondisi ini, analis menekankan pentingnya kebijakan yang lebih pro pasar serta menjaga kepercayaan investor asing agar tekanan terhadap IHSG tidak semakin dalam.