IHSG Berpotensi Menguat Kembali Menuju Level 5950 Hari Ini
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan sebelumnya ditutup mengalami penurunan sebesar 0,28 persen dan tertahan di posisi level 5.886,03. Kondisi tersebut juga diwarnai dengan adanya aksi jual bersih oleh investor asing yang mencapai nilai Rp252,65 miliar. Beberapa komoditas saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing dalam aksi jual tersebut meliputi BBRI, DSSA, ASII, AMMN, serta CUAN.
Sementara itu, bursa saham global di Wall Street mencatatkan lonjakan yang cukup signifikan pada perdagangan Kamis kemarin.
Penguatan ini dipicu oleh pembatalan rencana agresi terhadap Iran oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang juga menyatakan kesiapan Washington untuk segera menyepakati perjanjian baru.
Meredanya tensi politik di kawasan Timur Tengah tersebut turut membuat pergerakan harga minyak dunia mengalami koreksi karena kekhawatiran kelangkaan pasokan energi mulai berkurang.
Secara rinci, indeks Dow Jones Industrial Average melesat naik sebesar 1,86 persen, S&P 500 meningkat 1,75 persen, dan Nasdaq Composite melambung hingga 2,54 persen.
Melalui pernyataan resmi di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa pihak Amerika Serikat dan Iran sudah mencapai kesepakatan bersama guna memastikan Teheran tidak memproduksi senjata nuklir. "Kami akan segera melakukan penandatanganan. Dokumennya sudah hampir final dan prosesnya akan selesai dalam waktu dekat," ujar Trump.
Di lantai bursa, saham Intel dilaporkan melonjak sekitar 9 persen setelah mendapatkan kenaikan rekomendasi performa dari Bank of America menjadi posisi beli.
Di sisi lain, SpaceX juga tengah bersiap untuk menggelar penawaran saham perdana atau IPO pada hari Jumat ini.
Namun, koreksi dalam sebesar 8 persen dialami oleh saham Oracle setelah adanya pengumuman rencana pencarian dana tambahan senilai US$20 miliar melalui kombinasi utang dan saham baru demi mendanai perluasan infrastruktur kecerdasan buatan.
Dari sektor makroekonomi, laporan Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat menunjukkan indeks harga produsen mengalami kenaikan sebesar 1,1 persen pada periode Mei, angka ini berada di atas ekspektasi pasar yang memprediksi 0,7 persen.
Sedangkan untuk nilai inflasi inti berada di level 0,4 persen atau sedikit lebih rendah dari estimasi awal sebesar 0,5 persen.
Kondisi berbeda terjadi di kawasan Asia, di mana mayoritas bursa sahamnya justru terkoreksi pada perdagangan Rabu akibat meningkatnya tensi geopolitik sebelum adanya pembatalan dari pihak Amerika Serikat.
Penguatan harga minyak dunia pada hari tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar akan bayang-bayang tekanan inflasi global serta kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Akibat situasi tersebut, indeks Nikkei di Jepang melemah 1,9 persen dan Topix merosot 1,2 persen. Penurunan tajam terjadi pada indeks Kospi Korea Selatan sebesar 4,5 persen diikuti Kosdaq yang turun 1,7 persen.
Selanjutnya, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,65 persen, Taiex Taiwan terpangkas 3,3 persen, Shanghai Composite menyusut 0,2 persen, sementara hanya indeks ASX 200 Australia yang menguat 0,6 persen.
Melihat kombinasi dari sentimen pasar global dan domestik tersebut, pergerakan indeks saham dalam negeri pada hari Jumat ini diperkirakan berpeluang mengalami perbaikan arah dalam jangka pendek. "IHSG hari ini berpotensi short term teknikal rebound ke 5900-5950. Diperkirakan Support IHSG: 5780-5840 dan Resist IHSG: 5900-6000."
Bagi para pelaku pasar yang ingin melakukan aktivitas perdagangan saham pada hari ini, terdapat beberapa opsi emiten yang dapat dicermati lebih lanjut. Berikut adalah daftar rekomendasi serta panduan area transaksi untuk beberapa saham pilihan pada perdagangan hari ini:
EMAS Spec Buy dengan area beli di rentang 6825-6900, Cutloss jika bergerak di bawah level 6725, Target terdekat pada posisi 7000-7150
ENRG Spec Buy dengan area beli di rentang 1365-1380, Cutloss jika bergerak di bawah level 1345, Target terdekat pada posisi 1395-1430
TPIA Spec Buy dengan area beli di rentang 1765-1785, Cutloss jika bergerak di bawah level 1745, Target terdekat pada posisi 1810-1850
BBCA Spec Buy dengan area beli di rentang 5775-5825, Cutloss jika bergerak di bawah level 5700, Target terdekat pada posisi 5900-6050
ISAT Spec Buy dengan area beli di rentang 1880-1895, Cutloss jika bergerak di bawah level 1850, Target terdekat pada posisi 1920-1970 MEDC
Spec Buy dengan area beli di rentang 1205-1215, Cutloss jika bergerak di bawah level 1190, Target terdekat pada posisi 1235-1260