Proyeksi IHSG Hari Ini Berpeluang Fluktuatif pada Jumat 29 Mei 2026

Ilustrasi Monitor Layar IHSG (sumber foto: NET)
Jumat, 29 Mei 2026 | 09:38:16 WIB

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang besar untuk berjalan secara fluktuatif dalam ruang lingkup yang terbatas pada aktivitas perdagangan hari Jumat, 29 Mei 2026.

Situasi tersebut dipicu oleh sikap para pelaku pasar modal yang diperkirakan masih akan terus memperhatikan perkembangan nilai mata uang rupiah, aliran modal asing, serta gejolak politik dunia.

Laju pergerakan indeks saham gabungan pada transaksi hari Jumat, 29 Mei 2026 diproyeksikan masih akan tertahan di dalam area jangkauan yang cukup terbatas.

“IHSG diperkirakan bergerak dengan support di kisaran 5.950-6.000 dan resistance di area 6.200-6.286,” jelasnya pada hari Kamis, 28 Mei 2026.

Berdasarkan analisis indikator teknikal, pergerakan indeks saham gabungan dinilai mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda pemulihan performa meskipun skalanya masih relatif terbatas.

“Stochastic RSI menunjukkan potensi reversal ke arah pivot dan histogram MACD negatif mulai menyempit, sehingga IHSG berpotensi bergerak di kisaran 6.000-6.200,” terangnya.

Di sisi lain, kondisi kemerosotan nilai mata uang rupiah dipandang menjadi salah satu aspek krusial yang membayangi pergerakan indeks saham gabungan dalam jangka waktu dekat.

“Depresiasi rupiah berpotensi menekan IHSG, meskipun sifatnya jangka pendek, dengan pergerakan indeks yang cenderung fluktuatif,” tuturnya.

Proses penyusutan nilai mata uang rupiah dipengaruhi oleh perpaduan aspek luar negeri dan dalam negeri, termasuk keperkasaan dolar AS, gejolak geopolitik, hingga siklus pemulangan dana dividen oleh pemodal luar.

“Jika pelemahan rupiah berlangsung agresif, biasanya diikuti oleh aksi jual bersih investor asing,” ungkapnya.

Kelompok saham dari sektor perbankan yang memiliki nilai kapitalisasi besar berpotensi menjadi faktor penahan laju indeks karena memiliki porsi bobot yang sangat dominan terhadap pergerakan angka gabungan.

“Namun demikian, fundamental perbankan domestik masih solid, dengan margin bunga bersih dan permodalan yang tetap kuat,” tambahnya.

Mengenai langkah penempatan dana, para penanam modal diimbau untuk bertindak lebih selektif serta senantiasa mengutamakan sistem pengelolaan risiko yang matang.

“Fokus pada emiten berbasis ekspor, energi, serta saham defensif yang tidak bergantung pada bahan baku impor,” paparnya.

Untuk diketahui bersama, laju indeks saham ditutup bergerak menyusut pada sesi perdagangan hari Selasa, 26 Mei 2026 yang lalu seiring dengan menguatnya tekanan global serta maraknya aksi ambil untung jelang libur panjang.

Berdasarkan laporan data resmi dari otoritas bursa, nilai indeks saham mengalami penurunan sebesar 1,23% menuju posisi level 6.130,19 setelah sebelumnya sempat mencatatkan penguatan di awal pembukaan sesi.

Kondisi penurunan performa pasar modal dalam negeri ini dipicu oleh maraknya aksi penarikan keuntungan serta adanya penataan ulang portofolio keuangan pada indeks MSCI.

Reporter: Diaz Muhammad Hanif