JAKARTA - Pergerakan harga emas batangan Antam di Pegadaian pada Minggu pagi, 24 Mei 2026 terpantau stagnan.
Nilai jual maupun nilai pembelian kembali atau buyback masih belum mengalami perubahan jika dibandingkan dengan harga pada hari sebelumnya.
Berdasarkan daftar harga resmi yang dirilis paling baru, komoditas emas batangan ini disesuaikan dengan variasi nominal jual serta buyback yang berbeda pada setiap ukuran beratnya.
Pada ukuran paling kecil yaitu pecahan 0,5 gram, emas batangan dipasarkan dengan harga jual senilai Rp1.488.000. Sementara itu, nilai buyback untuk ukuran yang sama kini berada pada angka Rp1.293.000.
Untuk emas ukuran 1 gram, harga jual dipatok sebesar Rp2.871.000, sedangkan untuk nilai buyback ditetapkan sebesar Rp2.587.000.
Bagi pecahan 2 gram dilepas dengan harga jual senilai Rp5.679.000, dengan nilai buyback yang tercatat sebesar Rp5.174.000.
Selanjutnya untuk ukuran 3 gram dibanderol seharga Rp8.492.000, sedangkan nilai buyback komoditas tersebut mencapai Rp7.761.000.
Untuk berat 5 gram, produk emas batangan ini dilempar ke pasaran dengan harga jual Rp14.118.000, sedangkan nilai buyback berada pada level Rp12.936.000.
Pada pecahan ukuran menengah yaitu berat 10 gram, nominal harga jual tercatat sebesar Rp28.178.000, dengan nilai buyback sebesar Rp25.872.000.
Sementara itu untuk emas ukuran 25 gram dipatok dengan harga jual senilai Rp70.315.000, serta nilai buyback sebesar Rp64.362.000.
Untuk ukuran besar yaitu berat 50 gram ditawarkan dengan harga jual Rp140.548.000, dengan nilai buyback yang menyentuh angka Rp128.724.000.
Pecahan berikutnya yakni emas berat 100 gram dijual dengan nominal sebesar Rp281.015.000, sedangkan nilai buyback berada di angka Rp257.449.000.
Sementara itu, untuk produk investasi emas batangan Antam dengan ukuran mulai dari 250 gram hingga 1.000 gram dikabarkan belum tersedia untuk saat ini.
Perlu diingat kembali bahwa nominal harga jual beserta harga buyback emas batangan ini dapat mengalami fluktuasi atau perubahan sewaktu-waktu.
Segala bentuk penyesuaian nominal tersebut terus mengikuti dinamika yang terjadi di pasar emas serta kebijakan internal dari perusahaan.