MSCI Umumkan Rebalancing Indeks Indonesia, OJK Minta Investor Tenang

Ilustrasi rebalancing MSCI, (NET).
Penulis: Aaina Salsa Bila
Selasa, 12 Mei 2026 | 09:37:00 WIB

JAKARTA - MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil penyesuaian indeks pasar modal Indonesia di Jakarta pada Selasa, 12 Mei 2026, guna menentukan arah aliran dana investasi asing dalam dua bulan mendatang. Dilansir dari Suara, Otoritas Jasa Keuangan mengimbau pelaku pasar tetap tenang menanggapi potensi perubahan daftar emiten tersebut.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa pihaknya bersama pemangku kepentingan terkait telah mengupayakan agar posisi Indonesia tetap kompetitif di pasar global.

Langkah ini diambil setelah MSCI sempat membekukan indeksnya di Indonesia pada Februari lalu.

"Misalnya, kami lihat secara granularitas data, keterbukaan informasi Itu mungkin salah satu yang terbaik lah untuk hal keterbukaan integritas yang kami sampaikan. Jadi, moga-moga ini juga menjadi konsideran supaya Indonesia tetap di emerging market," ujar Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.

Friderica menambahkan bahwa perubahan komposisi saham merupakan hal yang wajar dalam mekanisme pasar. OJK tetap berkomitmen melakukan transformasi pasar modal secara berkelanjutan meskipun hasil pengumuman nantinya mungkin tidak sesuai dengan seluruh ekspektasi pelaku pasar.

"Saya selalu sampaikan namanya kami melakukan perbaikan, kemungkinan ada saham yang akan disesuaikan ya Ini namanya rebalancing index kan, jadi ya kalaupun besok pengumumannya kami tunggu Kan mereka udah bilang freeze kan, jadi nggak ada yang baru yang masuk tapi yang lama mungkin akan keluar. Tapi ya kami lihat semoga ini bisa kami antisipasi dengan baik," ucap Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK.

Di sisi lain, Mandiri Sekuritas memproyeksikan pengumuman ini akan berdampak langsung pada aksi beli atau jual investor asing.

Deputi Kepala Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat menjelaskan bahwa bobot emiten akan menjadi penentu volume transaksi mancanegara.

"Mengenai target IHSG ke depannya, kami masih menjaga target IHSG kami di 9.050 poin. Tapi kembali memang kami melihat potensi revisi ke bawah mengingat adanya potensi tekanan margin akibat dari volatilitas makro yang meningkat dan juga tekanan beban energi ke depannya," kata Kresna Hutabarat, Deputi Kepala Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas.

Hingga saat ini, pelaku pasar masih mencermati berbagai reformasi pasar yang telah dilakukan Bursa Efek Indonesia dan OJK sejak awal tahun. Kepastian status emiten dalam MSCI Indonesia Index akan menjadi indikator utama sentimen pasar modal nasional hingga pertengahan tahun 2026.

Reporter: Aaina Salsa Bila