JAKARTA – Pergerakan instrumen investasi aman atau safe haven sedang menunjukkan tren yang kurang menggembirakan bagi para pemegang aset logam mulia pada hari ini. Harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau mengalami koreksi yang cukup dalam di tengah dinamika pasar keuangan global.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari laman resmi Logam Mulia, harga emas melorot sebesar Rp12.000 per gram jika dibandingkan dengan posisi sebelumnya. Penurunan ini membawa harga emas Antam ke level Rp2.784.000 per gram pada perdagangan hari Selasa, 28 April 2026.
Padahal, pada pembukaan perdagangan hari Senin kemarin, harga emas masih bertahan cukup kuat di angka Rp2.796.000 per gram. Situasi ini menunjukkan adanya tekanan jual atau penyesuaian pasar yang cukup responsif dalam kurun waktu hanya dua puluh empat jam terakhir.
Tidak hanya harga beli, harga jual kembali atau buyback emas batangan juga mengikuti tren penurunan yang searah. Posisi harga buyback saat ini berada di level Rp2.639.000 per gram setelah mengalami penurunan dengan besaran yang sama.
Mekanisme transaksi ini penting diperhatikan karena setiap transaksi harga jual kembali emas batangan dengan nominal di atas sepuluh juta rupiah dikenakan potongan pajak. Hal tersebut sudah diatur secara ketat dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017 yang masih berlaku hingga saat ini.
Pemegang NPWP akan dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen, sementara bagi mereka yang tidak memiliki NPWP akan terkena potongan lebih besar. Potongan pajak sebesar 3 persen akan langsung dipotong dari total nilai buyback yang diterima oleh para pemilik emas tersebut.
Jika menilik rincian harga untuk berbagai ukuran, emas batangan 0,5 gram kini dibanderol pada kisaran harga Rp1.442.000. Sementara itu, untuk ukuran yang lebih besar seperti 2 gram dan 3 gram, masing-masing dihargai Rp5.508.000 dan Rp8.237.000.
Bagi investor yang mengincar satuan 5 gram, mereka perlu merogoh kocek sebesar Rp13.695.000 berdasarkan daftar harga resmi terbaru. Sedangkan untuk satuan 10 gram dan 25 gram, harganya berada di posisi Rp27.335.000 dan Rp68.212.000 di butik emas terdekat.
Satuan yang lebih besar seperti 50 gram dan 100 gram ditawarkan pada harga Rp136.345.000 serta Rp272.612.000 pada perdagangan kali ini. Lonjakan harga yang cukup terasa terlihat pada ukuran 250 gram yang mencapai angka Rp681.265.000 bagi peminat investasi skala menengah.
Untuk ukuran 500 gram dan 1.000 gram, harganya masing-masing menyentuh angka Rp1.362.320.000 dan Rp2.724.600.000. Fluktuasi harga ini mencerminkan kondisi ekonomi makro yang sedang bergerak dinamis dan mempengaruhi minat pasar terhadap aset-aset komoditas secara luas.
Perlu diingat pula bahwa pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP sesuai dengan regulasi fiskal. Aturan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memantau transaksi aset bernilai tinggi yang dilakukan oleh masyarakat umum.
Setiap pembelian emas akan disertai dengan bukti potong PPh 22 yang sah untuk keperluan pelaporan pajak tahunan bagi wajib pajak. Sementara bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP, besaran pajak yang harus dibayarkan akan membengkak menjadi 0,9 persen dari harga total.
Penurunan harga yang terjadi secara tiba-tiba ini sering kali dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk mulai melakukan akumulasi aset. Strategi membeli saat harga turun atau buy on weakness masih menjadi pola pikir yang dominan di kalangan investor logam mulia tradisional.
Meskipun sedang mengalami penurunan, emas tetap dianggap sebagai pelindung nilai yang efektif dalam jangka panjang terhadap serangan inflasi yang tidak menentu. Sejarah panjang logam mulia membuktikan daya tahannya meskipun harus melewati berbagai fase penurunan harga yang bersifat sementara di pasar spot.
Para analis sering kali mengingatkan bahwa pergerakan harga emas Antam sangat dipengaruhi oleh harga emas dunia dan nilai tukar rupiah. Jika rupiah menguat atau harga emas global melemah, maka harga di dalam negeri cenderung mengikuti pola penurunan tersebut secara proporsional.
Pasar saat ini sedang menunggu data-data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat yang diprediksi akan memberikan arah baru bagi pergerakan komoditas. Ketidakpastian mengenai kebijakan suku bunga di sana masih menjadi faktor utama yang membuat harga emas dunia bergerak dengan volatilitas tinggi.
Kalsel Antaranews menginformasikan bahwa data harga ini merupakan acuan resmi yang berlaku di butik emas Logam Mulia Antam di wilayah Jakarta. Harga di wilayah lain mungkin mengalami sedikit perbedaan karena adanya faktor biaya distribusi dan biaya tambahan yang berlaku di masing-masing daerah.
Pemantauan harga secara berkala sangat disarankan bagi mereka yang ingin melakukan transaksi dalam jumlah besar guna mendapatkan keuntungan maksimal. Transaksi digital melalui aplikasi atau situs resmi kini menjadi pilihan yang paling praktis di tengah gaya hidup yang serba cepat.
Meskipun sedang melorot, para kolektor emas batangan edisi khusus atau gift series biasanya tetap menunjukkan minat yang cukup stabil di pasar retail. Produk-produk dengan kemasan menarik ini memiliki segmentasi pasar tersendiri yang tidak terlalu sensitif terhadap perubahan harga harian yang sifatnya fluktuatif.
Ke depannya, harga emas Antam diperkirakan masih akan terus mencari titik keseimbangan baru seiring dengan stabilnya kondisi fundamental ekonomi nasional. Penurunan Rp12.000 per gram ini menjadi pengingat bahwa tidak ada aset yang harganya selalu naik tanpa adanya fase koreksi yang sehat.