Industri Emas Nasional Didorong Pemerintah agar Lebih Kompetitif di Pasar Global

Rabu, 08 April 2026 | 10:27:14 WIB
Industri Emas Nasional Didorong Pemerintah agar Lebih Kompetitif di Pasar Global

JAKARTA - Pemerintah menegaskan komitmen untuk memperkuat ekosistem industri emas secara menyeluruh. 

Industri perhiasan emas memiliki peran strategis karena tidak hanya fokus ekspor tetapi juga menyerap tenaga kerja. Langkah ini diharapkan meningkatkan daya saing sekaligus keberlanjutan sektor emas nasional.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menyampaikan bahwa konsolidasi hulu hingga hilir menjadi prioritas utama. Pemerintah ingin memastikan rantai pasok emas nasional berjalan terintegrasi dan efisien. Strategi ini juga mendukung penguatan posisi industri emas dalam pasar global.

Ferry menekankan pentingnya kesinambungan antara produsen, pengolah, dan distributor emas. Dengan pendekatan ini, setiap aspek industri dapat saling mendukung. Selain itu, penguatan ekosistem diharapkan mendorong inovasi dan produktivitas sektor perhiasan.

Kunjungan ke PT UBS dan Gambaran Industri

Kunjungan Ferry ke PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) bertujuan memperoleh gambaran langsung kondisi industri perhiasan emas. UBS dikenal sebagai market leader di Indonesia dan memiliki jaringan distribusi luas. Diskusi tersebut mencakup arah kebijakan penguatan industri dan strategi peningkatan daya saing domestik.

Direktur PT UBS, Eddy Yahya, menyampaikan apresiasi atas berbagai kebijakan pemerintah. Ia menilai implementasi Bea Keluar emas telah mendukung penguatan industri dalam negeri. Selain itu, kebijakan ini memfasilitasi ketersediaan bahan baku bagi produsen lokal.

Eddy juga menekankan perlunya penyempurnaan kebijakan perpajakan untuk mendukung iklim usaha. Penguatan struktur pasar domestik menjadi fokus agar industri lebih efisien. Masukan ini diterima pemerintah sebagai upaya bersama meningkatkan daya saing industri perhiasan nasional.

Dinamika Pasar dan Tantangan Global

Industri perhiasan emas menghadapi tekanan akibat volatilitas harga global dan dinamika geopolitik. UBS mengalami hambatan ekspor ke Dubai, salah satu pasar utama mereka. Meski demikian, permintaan domestik tetap positif dan menunjukkan tren stabil.

Eddy menyoroti budaya menabung dan berinvestasi emas di Indonesia yang kuat, mirip dengan kondisi di India. Hal ini menjadi dasar optimisme pelaku industri terhadap permintaan jangka menengah. Pemerintah pun terus memantau kondisi pasar agar industri tetap adaptif terhadap perubahan global.

Ferry menambahkan bahwa penguatan sisi pasokan dalam negeri menjadi strategi penting menghadapi tekanan global. Kegiatan usaha bullion diharapkan mendukung efisiensi dan ketersediaan bahan baku emas. Dengan pasokan yang stabil, industri dapat bersaing di pasar global secara lebih kompetitif.

Inovasi dan Teknologi dalam Industri Perhiasan

Karakteristik industri emas perhiasan menggabungkan teknologi manufaktur modern dan keterampilan craftsmanship. Otomasi dan desain digital dipadukan dengan kreativitas tinggi para pengrajin. Pendekatan ini menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing global.

Penggunaan teknologi digital juga mempermudah proses produksi dan kontrol kualitas. Hal ini mendorong efisiensi sekaligus mempertahankan standar tinggi. Dengan inovasi berkelanjutan, industri emas Indonesia mampu memenuhi permintaan pasar domestik dan internasional.

Eddy menekankan bahwa kombinasi teknologi dan keahlian tangan manusia menjadi keunggulan kompetitif. Produk yang dihasilkan tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga estetika. Strategi ini menjadikan industri perhiasan emas Indonesia unik di kancah global.

Harapan dan Strategi Ke Depan

Pemerintah menargetkan penguatan industri emas melalui kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kolaborasi antara produsen, asosiasi, dan pemerintah menjadi kunci. Tujuannya agar ekosistem emas nasional lebih tangguh dan kompetitif.

Pengembangan kegiatan usaha bullion diharapkan menstabilkan pasokan bahan baku. Hal ini memberikan kepastian bagi produsen perhiasan dalam negeri. Keberlanjutan pasokan emas menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan industri.

Ferry Irawan menyampaikan optimisme bahwa industri emas nasional akan terus berkembang. Dukungan pemerintah dan inovasi industri diharapkan mendorong ekspor dan menyerap tenaga kerja. Dengan strategi ini, sektor perhiasan emas Indonesia siap menghadapi tantangan global sekaligus memanfaatkan peluang pasar.

Penguatan ekosistem ini juga mendorong industri memanfaatkan energi bersih dan teknologi ramah lingkungan. Penggunaan praktik produksi berkelanjutan diharapkan menjadi standar baru. Langkah ini mendukung pertumbuhan industri yang sehat dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Terkini