Penambahan 12.000 Tabung Gas LPG 3 Kg Bantu Atasi Kelangkaan di Tuban

Rabu, 08 April 2026 | 10:26:59 WIB
Penambahan 12.000 Tabung Gas LPG 3 Kg Bantu Atasi Kelangkaan di Tuban

JAKARTA - Fenomena kelangkaan LPG 3 kilogram sempat terjadi di Kabupaten Tuban dan menarik perhatian masyarakat. 

Kondisi ini membuat warga harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan gas subsidi tersebut. Bahkan di beberapa titik, harga di tingkat pengecer melonjak jauh dari harga normal.

Ratusan warga Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak, dilaporkan harus berdesakan demi memperoleh LPG 3 kilogram. Kondisi ini terjadi akibat tingginya permintaan yang tidak seimbang dengan pasokan yang tersedia. Situasi tersebut sempat memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Iwan Yudha Wibawa membenarkan adanya kelangkaan tersebut. Ia menyebut bahwa peningkatan konsumsi terjadi secara tidak wajar di wilayah Tuban. Kondisi ini berbeda dibandingkan daerah lain yang relatif stabil.

Faktor Libur Panjang dan Aktivitas UMKM

Iwan menjelaskan bahwa momentum libur panjang turut memengaruhi lonjakan konsumsi LPG. Biasanya, penyaluran tidak dilakukan pada hari libur sehingga terjadi penumpukan permintaan. Hal ini menjadi salah satu faktor utama kelangkaan di lapangan.

Selain itu, aktivitas pelaku UMKM juga meningkat selama periode tersebut. Banyak pelaku usaha membeli LPG dalam jumlah lebih besar untuk mendukung operasional mereka. Kondisi ini menyebabkan kebutuhan melonjak di atas rata-rata normal.

“Di Tuban ini memang terjadi kelangkaan [LPG 3 kilogram]. Ada pola konsumsi yang melonjak dari kewajaran. Kebetulan memang ada hari libur, yang kebetulan biasanya kita tidak melakukan penyaluran. Maka untuk mengatasinya, kami melakukan penyaluran,” ungkap Iwan.

Penyaluran Tambahan untuk Menstabilkan Pasokan

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina segera melakukan langkah penambahan pasokan LPG. Sebanyak 12.000 tabung tambahan disalurkan ke Kabupaten Tuban. Langkah ini dilakukan sebagai extra dopping sekaligus operasi pasar.

Penambahan stok ini bertujuan mengembalikan keseimbangan antara permintaan dan pasokan. Distribusi dilakukan secara bertahap agar menjangkau seluruh wilayah terdampak. Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat dapat kembali memperoleh LPG dengan mudah.

“Jadi, di Tuban itu kebetulan agak anomali dibanding kabupaten lain. Ada peningkatan konsumsi. Konsumsi ini mungkin selain rumah tangga, mungkin ada UMKM dan kemungkinan juga akses dari liburan daerah tempat tujuan berlibur ya, ada yang migrasi seperti itu. Sehingga peningkatan kebutuhan UMKM di atas kewajaran,” paparnya.

Kondisi Berangsur Normal dan Stabil

Setelah penambahan pasokan dilakukan, kondisi kelangkaan LPG mulai teratasi. Distribusi tambahan membuat pasokan kembali tersedia di berbagai titik penjualan. Masyarakat tidak lagi mengalami antrean panjang seperti sebelumnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa kondisi di lapangan sudah berangsur normal. Ia menegaskan bahwa tidak semua wilayah mengalami kelangkaan seperti yang diberitakan. Beberapa titik bahkan menunjukkan pasokan yang terus berdatangan.

“Kemarin katanya langka, tapi saya turun mengecek ternyata tidak di semua tempat seperti itu ya. Ada warung-warung di jalan yang saya lihat mereka juga suplai [LPG 3 kilogram] terus berdatangan,” jelas Emil.

Upaya Menjaga Stabilitas Distribusi LPG

Pertamina menegaskan komitmennya menjaga stabilitas distribusi LPG di wilayah Jawa Timur. Pemantauan konsumsi dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Langkah ini penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. Panic buying dapat memperburuk kondisi pasokan di lapangan. Dengan konsumsi yang wajar, distribusi LPG dapat berjalan lebih merata.

“Kita menambah 12.000 tabung LPG 3 kilogram untuk operasi pasar, extra dopping yang dilakukan di Kabupaten Tuban,” tegasnya. Langkah ini menjadi bukti respons cepat dalam mengatasi gangguan distribusi. Ke depan, koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha akan terus diperkuat demi menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.

Terkini