Menpora Erick Resmi Lantik Dirut Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan Nasional

Kamis, 02 April 2026 | 09:46:08 WIB
Menpora Erick Resmi Lantik Dirut Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan Nasional

JAKARTA - Upaya memperkuat tata kelola sektor olahraga nasional kembali mendapat perhatian serius dari pemerintah. 

Pembaruan struktur organisasi menjadi langkah penting untuk memastikan pengelolaan berjalan efektif dan profesional. Hal ini juga menjadi bagian dari strategi besar dalam memaksimalkan potensi aset keolahragaan.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir secara resmi melantik Muhammad Gustri Oktaviandi sebagai Direktur Utama Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan di Auditorium Wisma Menpora, Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta. 

Pelantikan ini menjadi titik awal perubahan dalam pengelolaan lembaga tersebut. Kehadiran pemimpin baru diharapkan membawa semangat pembaruan.

Pelantikan ini berbarengan dengan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator di Lingkungan Kemenpora dan sesuai dengan Keputusan Menpora RI Nomor 55 Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan tinggi pratama, administrator dan pengawas di lingkungan Kemenpora.

Langkah ini menunjukkan bahwa perubahan dilakukan secara menyeluruh. Transformasi organisasi menjadi fokus utama dalam agenda tersebut.

Penekanan Profesionalisme dalam Pengelolaan Aset

Dalam arahannya, Menpora Erick menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan lembaga. Pengelolaan aset harus dilakukan dengan standar yang jelas dan terukur. Hal ini menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan organisasi.

Menpora Erick memberikan perhatian serius terhadap keberadaan Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan Kemenpora dengan tolak ukur yang jelas, profesionalitas untuk menjaga dan mengembangkan aset-aset Kemenpora dengan baik. 

Ia menegaskan bahwa keberhasilan lembaga sangat bergantung pada pengelolaan yang terarah. Oleh karena itu, standar kerja yang jelas menjadi keharusan.

"BLU itu satu keluarga makanya kita lantik bersama tidak boleh ada struktur dalam struktur, organisasi dalam organisasi, BLU adalah keluarga kita tidak boleh ada jarak dari kita. BLU wajib melaporkan kegiatannya, harus ada tolak ukurnya," ujarnya. 

Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam organisasi. Nilai kebersamaan juga menjadi bagian penting dalam membangun kinerja yang solid.

Transformasi Struktur dan Arah Organisasi

Selain menekankan profesionalisme, Menpora Erick juga melakukan perubahan mendasar dalam struktur organisasi. Perubahan ini bertujuan untuk menciptakan sistem kerja yang lebih efisien dan terarah. Penyesuaian arah organisasi menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan ke depan.

Menpora Erick juga melakukan perubahan inti dalam struktur dan tujuan Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan Kemenpora agar berjalan searah tetapi tetap profesional. Transformasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas lembaga. Dengan demikian, setiap unit dapat bekerja secara optimal sesuai perannya.

"Dengan perubahan di BLU saya juga merubah struktur BLU nya dan kearah mana BLU kedepan, BLU akan menjadi sebuah organisasi yang dikelola secara profesional dan ada B2B supaya aset-aset kita tidak terbengkalai dan mangkrak," jelasnya. 

Pernyataan ini menunjukkan arah baru pengelolaan yang lebih modern. Pendekatan bisnis diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi aset yang dimiliki.

Harapan Kepemimpinan Baru dalam Meningkatkan Kinerja

Kehadiran Direktur Utama yang baru menjadi harapan besar bagi kemajuan lembaga. Kepemimpinan yang kuat diharapkan mampu membawa perubahan signifikan. Hal ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Menpora Erick berharap dengan adanya kepemimpinan baru di BLU, Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan Kemenpora mampu memberikan yang terbaik demi kepentingan bersama. Harapan ini mencerminkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Fokus utama tetap pada kepentingan organisasi dan masyarakat.

"Saya mengharapkan ini amanah ada empati, ada kepedulian. Ini yang mau saya rubah, tidak mudah, tapi saya ingin memberikan yang terbaik saya ambisius dalam hasil bukan jabatan. Saya mau kita sama-sama, tapi maafkan saya ketika saya harus menindaktegas untuk kepentingan organisasi, untuk kepentingan bersama-sama," tutup Menpora Erick. 

Pesan tersebut menegaskan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas. Kepemimpinan yang tegas namun berorientasi pada hasil menjadi kunci keberhasilan.

Arah Masa Depan Pengelolaan Keolahragaan Nasional

Perubahan yang dilakukan diharapkan membawa dampak jangka panjang bagi sektor olahraga nasional. Pengelolaan yang profesional akan meningkatkan nilai dan manfaat aset keolahragaan. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing nasional di bidang olahraga.

Transformasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada struktur, tetapi juga pada budaya kerja yang lebih baik. Kolaborasi antar unit menjadi kunci dalam mencapai tujuan bersama. Dengan sinergi yang kuat, setiap program dapat berjalan lebih efektif.

Ke depan, pengelolaan keolahragaan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem yang berkelanjutan. Dengan komitmen yang kuat, sektor olahraga dapat berkembang secara lebih optimal.

Terkini