Garuda Indonesia Optimalkan Armada Umrah Demi Kelancaran Musim Haji Tahun Ini

Kamis, 26 Februari 2026 | 11:17:02 WIB
Garuda Indonesia Optimalkan Armada Umrah Demi Kelancaran Musim Haji Tahun Ini

JAKARTA - PT Garuda Indonesia menyiapkan strategi baru untuk memaksimalkan penggunaan armada. 

Pesawat yang selama ini melayani penerbangan umrah akan dialihkan penggunaannya saat musim haji. Skema ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional tanpa menambah armada sewa secara berlebihan.

Konsep Pengalihan Armada Umrah ke Haji

Direktur Niaga Garuda Indonesia, Reza Aulia Hakim, menjelaskan bahwa konsep layanan umrah dan haji memiliki pola operasional serupa. 

Keduanya fokus mengangkut jemaah dari Indonesia ke Arab Saudi sehingga armada yang sama dapat digunakan. "Ke depannya, pesawat yang digunakan oleh jemaah umrah ini akan di carry over atau di roll out untuk penggunaan haji," ucapnya.

Carry over atau roll out berarti pesawat yang melayani umrah sepanjang tahun tetap berada dalam jaringan operasional Garuda. Armada ini kemudian dialihkan untuk mendukung penerbangan haji yang bersifat musiman. Langkah ini memungkinkan pemanfaatan armada lebih optimal dan mengurangi ketergantungan pada pesawat sewaan tambahan.

Perbedaan Layanan Haji dan Umrah

Secara profesional, layanan haji memiliki perbedaan signifikan dibandingkan umrah, terutama terkait periode operasional. 

Meski demikian, konsep dasarnya tetap sama, yaitu mengangkut jemaah dari bandara di Indonesia ke bandara di Arab Saudi. "Saat ini umrah dan haji secara profesional ada perbedaan signifikan namun secara konsep mirip-mirip," jelas Reza.

Perbedaan lain terletak pada frekuensi penerbangan. Umrah dilayani sepanjang tahun dengan jumlah jemaah yang bervariasi, sementara haji bersifat musiman dengan puncak tertentu. Oleh karena itu, adaptasi armada umrah untuk musim haji memerlukan perencanaan operasional yang matang.

Potensi Pasar Haji dan Umrah Indonesia

Garuda menilai potensi pasar haji dan umrah Indonesia masih sangat besar, mencapai sekitar 1,2 hingga 1,5 juta jemaah per tahun. 

Pangsa pasar Garuda saat ini sekitar 30 persen sehingga peluang pertumbuhan masih terbuka luas. Reza menekankan bahwa masih banyak jemaah yang menggunakan maskapai asing atau transit di Singapura, Kuala Lumpur, China, bahkan India.

Dengan hadir sebagai maskapai nasional, Garuda memiliki kesempatan memperluas market share sekaligus mendukung kepentingan pemerintah. Optimalisasi armada umrah untuk haji menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan layanan dan efisiensi. Strategi ini juga diharapkan memperkuat posisi Garuda dalam industri penerbangan syariah.

Skema Operasional Armada dan Sewa Pesawat

Selain pengalihan armada umrah, Garuda tetap menggunakan sebagian pesawat sewaan untuk layanan haji. "Pesawat yang digunakan untuk haji juga sewa. Tidak semua pesawat berasal dari Indonesia sendiri," ujar Reza. Kombinasi armada nasional dan sewa memungkinkan penyesuaian kapasitas sesuai kebutuhan jemaah.

Penggunaan armada nasional juga menekankan profesionalisme dan pengelolaan sumber daya lebih efisien. Dengan skema ini, perusahaan bisa menekan biaya operasional sekaligus menjaga kualitas layanan. Strategi ini memastikan semua jemaah mendapatkan perjalanan yang aman dan nyaman.

Manfaat Strategi bagi Jemaah dan Perusahaan

Skema baru ini memungkinkan Garuda Indonesia memberikan pelayanan lebih konsisten. Armada yang sudah terbiasa melayani umrah akan lebih siap menghadapi puncak musim haji. Hal ini turut mendukung kenyamanan jemaah dan pengelolaan jadwal penerbangan lebih baik.

Selain itu, optimalisasi armada membantu menekan ketergantungan pada pesawat sewaan tambahan. Dampaknya, perusahaan bisa lebih fleksibel dalam perencanaan operasional dan alokasi armada. Dengan begitu, Garuda mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang sekaligus meningkatkan efisiensi biaya.

Terkini