JAKARTA - Perum Bulog Aceh Pastikan Stabilitas Pangan Jelang Ramadan sebagai langkah strategis menghadapi bulan suci.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan menahan lonjakan harga di pasaran. Fokus utama dilakukan pada beras kualitas medium dan minyak goreng sebagai komoditas yang paling banyak dikonsumsi masyarakat.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh, Ihsan, menegaskan pentingnya pengelolaan stok secara optimal. Stok yang tersedia di gudang Bulog saat ini mencapai 60.500 ton. Jumlah tersebut dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga bulan Mei 2026.
Selain menyiapkan stok, Bulog juga aktif melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani. Sosialisasi aturan penyerapan gabah petani tahun 2026 digelar secara intensif. Mitra yang dilibatkan antara lain Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Dinas Pertanian, dan pihak terkait lainnya.
Pengelolaan Stok dan Penyerapan Gabah Petani
Penyerapan gabah menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga pangan. Ihsan menyatakan bahwa Bulog berupaya menyeimbangkan kuota dari pusat dan kebutuhan lokal.
“Bulog berupaya menjaga stabilitas harga pangan, terutama yang kami kuasai saat ini adalah beras medium dan minyak goreng. Kuota dari pusat, untuk minyak goreng sebanyak 35 persen dari kebutuhan Aceh. Untuk itu kami berharap dengan stok yang ada bisa mempengaruhi harga,” jelas Ihsan.
Program ini tidak hanya mendukung stabilitas harga, tetapi juga memberikan kepastian bagi petani. Penyerapan dilakukan dengan prosedur transparan agar harga gabah tetap menguntungkan. Langkah ini mendorong ketahanan ekonomi pedesaan sekaligus mengamankan pasokan pangan.
Bulog juga memonitor kualitas beras yang diterima dari petani. Kualitas medium menjadi fokus karena paling banyak dikonsumsi masyarakat. Pengawasan dilakukan mulai dari gudang hingga distribusi ke wilayah-wilayah strategis.
Pemantauan Harga dan Distribusi
Perum Bulog Aceh aktif memantau harga pangan di pasaran. Hal ini dilakukan agar harga tidak mengalami lonjakan menjelang Ramadan. Selain itu, Bulog juga menyiapkan strategi distribusi yang efisien ke seluruh kabupaten dan kota.
Satgas Pangan berperan dalam meninjau langsung distribusi di lapangan. Kehadiran mereka diharapkan mencegah praktik penimbunan atau aksi spekulasi. Dengan pengawasan ketat, Bulog dapat memastikan harga tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat.
Distribusi minyak goreng dilakukan sesuai kuota yang telah ditetapkan. Bulog berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah agar pasokan berjalan lancar. Keberlanjutan pasokan ini penting untuk menjaga keseimbangan harga dan ketersediaan.
Penanganan Bencana dan Kesiapsiagaan Stok
Selain menjaga harga, Bulog Aceh juga berperan dalam penanganan bencana. Sesuai instruksi Badan Pangan Nasional, pihak Bulog telah menyalurkan 16 ribu ton beras ke wilayah terdampak. Penyaluran dilakukan agar masyarakat yang terdampak tetap mendapat pasokan pangan.
Stok beras di kabupaten/kota masih tersedia dan siap disalurkan kembali bila diperlukan. Hal ini menunjukkan kesiapan Bulog menghadapi situasi darurat. Selain itu, kesiapsiagaan ini meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap ketersediaan pangan.
Ihsan menekankan bahwa pengelolaan stok dan distribusi menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Pemantauan terus dilakukan untuk menyesuaikan pasokan dengan kebutuhan real-time. Dengan demikian, stabilitas pangan tetap terjaga sepanjang tahun.
Koordinasi dengan Mitra dan Pihak Terkait
Bulog Aceh tidak bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas pangan. Koordinasi dilakukan dengan Gapoktan, Dinas Pertanian, dan pihak terkait lainnya. Langkah ini memperkuat jaringan distribusi dan penyerapan gabah.
Selain itu, sosialisasi aturan penyerapan gabah juga penting untuk memastikan petani memahami mekanisme yang berlaku. Transparansi menjadi kunci agar seluruh pihak mendapat manfaat. Kegiatan ini sekaligus mendorong produksi beras yang berkelanjutan.
Bulog juga memanfaatkan hasil pemantauan lapangan untuk menentukan langkah distribusi selanjutnya. Dengan data yang akurat, pasokan pangan dapat dialokasikan secara merata. Hal ini mencegah terjadinya kelangkaan di wilayah tertentu.
Komitmen Bulog untuk Ketersediaan Pangan
Perum Bulog Aceh terus memastikan ketersediaan pangan jelang Ramadan. Langkah ini mencakup pengelolaan stok, penyerapan gabah, pemantauan harga, dan distribusi yang efisien. Dengan pendekatan menyeluruh, masyarakat dapat memperoleh pangan dengan harga stabil dan kualitas terjaga.
Ihsan menyampaikan komitmen Bulog untuk menghadirkan keamanan pangan di seluruh wilayah Aceh. Langkah-langkah ini menjadi bukti keseriusan perusahaan menjaga kesejahteraan masyarakat. Ketersediaan beras dan minyak goreng menjadi fokus utama agar Ramadan berlangsung dengan lancar.
Selain itu, Bulog juga menyiapkan prosedur penanganan darurat. Kesiapsiagaan ini memungkinkan tanggap cepat terhadap perubahan situasi di lapangan. Dengan strategi yang matang, stabilitas pangan tetap terjamin hingga setelah Ramadan berakhir.