Harga Perak Dunia Masih Tertekan Setelah Aksi Jual Terbesar Guncang Pasar Global

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:25:46 WIB
Harga Perak Dunia Masih Tertekan Setelah Aksi Jual Terbesar Guncang Pasar Global

JAKARTA - Tekanan di pasar logam mulia belum sepenuhnya mereda pada awal pekan ini. Harga perak dunia masih bergerak di zona merah setelah diguncang aksi jual terbesar yang terjadi pada akhir pekan lalu. 

Kondisi tersebut membuat investor kembali mencermati arah pergerakan perak, terutama di tengah perubahan sentimen global, penguatan dolar Amerika Serikat, serta kebijakan terbaru di pasar derivatif yang ikut memengaruhi volatilitas harga.

Pergerakan harga perak saat ini mencerminkan fase penyesuaian pasar yang cukup tajam. Setelah reli panjang sepanjang beberapa bulan terakhir, koreksi besar dinilai tak terelakkan. Meski sempat muncul upaya pemulihan, tekanan jual masih mendominasi perdagangan, menandakan pasar belum sepenuhnya menemukan keseimbangan baru.

Tekanan Harga Masih Membayangi Perdagangan Awal Pekan

Harga perak dunia kembali melemah pada awal perdagangan pekan ini. Pelemahan tersebut memperpanjang tekanan yang sudah terjadi sejak aksi jual besar mengguncang pasar pada akhir pekan lalu. Logam mulia ini masih bergerak fluktuatif seiring perubahan sentimen global yang cepat dan belum stabil. Penguatan dolar Amerika Serikat turut menambah beban bagi pergerakan harga perak.

Mengutip CNBC, Selasa, 3 Januari 2026, harga perak spot tercatat turun lebih dari 6 persen dan diperdagangkan di kisaran USD 78,86 per ons. Tekanan tersebut muncul setelah kontrak berjangka perak mengalami penurunan tajam hingga 28 persen pada Jumat sebelumnya. Penurunan ini tercatat sebagai pelemahan harian terdalam sejak Maret 1980, sebuah catatan historis yang menegaskan besarnya guncangan di pasar perak.

Rekor Penurunan Harian Sejak 1980

Aksi jual besar yang terjadi pada akhir pekan lalu menjadi titik balik penting dalam pergerakan harga perak. Penurunan kontrak berjangka hingga 28 persen dalam satu hari mencerminkan kepanikan pasar yang cukup ekstrem. Banyak pelaku pasar yang sebelumnya memanfaatkan leverage tinggi terpaksa melakukan penjualan paksa untuk menutup posisi mereka.

Meski tekanan sangat kuat, kontrak berjangka perak sempat menunjukkan tanda pemulihan. Kontrak tersebut tercatat rebound sekitar 2 persen ke level USD 80,11 per ons. Namun, pemulihan ini dinilai masih rapuh dan belum cukup kuat untuk membalikkan tren pelemahan secara keseluruhan. Volatilitas tinggi masih menjadi ciri utama pergerakan harga perak saat ini.

Dampak Kebijakan Margin CME Group

Gejolak harga perak juga tidak lepas dari kebijakan terbaru CME Group. Setelah aksi jual tajam, CME Group menaikkan persyaratan margin untuk kontrak berjangka perak. Margin kontrak berjangka perak COMEX berukuran 5.000 ons dinaikkan menjadi 15 persen dari sebelumnya 11 persen. Kebijakan ini bertujuan meredam risiko sistemik akibat volatilitas ekstrem.

Namun, kenaikan margin tersebut justru dinilai menambah tekanan jangka pendek di pasar. Pelaku pasar yang mengandalkan leverage tinggi harus menyediakan dana tambahan untuk mempertahankan posisi mereka. Akibatnya, sebagian investor memilih untuk melepas kontrak, yang pada akhirnya memperpanjang tekanan jual di pasar perak.

Sentimen Global dan Dinamika The Fed

Perubahan arah pasar logam mulia juga terjadi di tengah benturan antara ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat dan dinamika baru di internal Federal Reserve. Pasar sebelumnya berharap adanya pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat. Namun, dinamika politik dan kebijakan kembali memunculkan ketidakpastian.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pencalonan mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, sebagai pengganti Jerome Powell yang masa jabatannya akan berakhir pada Mei mendatang. Pengumuman ini menambah variabel baru dalam perhitungan pasar. Investor kini menimbang kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter yang dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan harga logam mulia.

Volatilitas Tinggi Masih Jadi Tantangan Pasar

Harga perak saat ini masih berada dalam fase volatilitas tinggi. Perubahan sentimen yang cepat membuat pergerakan harga sulit diprediksi dalam jangka pendek. Penguatan dolar AS, kebijakan margin yang lebih ketat, serta ketidakpastian kebijakan moneter global menjadi kombinasi faktor yang menekan harga perak.

Meski demikian, sebagian pelaku pasar menilai volatilitas ini sebagai bagian dari proses normal setelah reli panjang. Koreksi tajam dinilai sebagai fase penyesuaian yang diperlukan untuk membangun fondasi harga yang lebih sehat. Namun, selama tekanan eksternal masih kuat, pergerakan harga perak diperkirakan tetap akan berfluktuasi tajam.

Harga Perak Terkini di Pasar Global

Berikut adalah gambaran harga perak dunia berdasarkan data perdagangan terbaru yang menjadi sorotan pasar:

Harga perak spot turun lebih dari 6 persen

Level perdagangan perak spot di kisaran USD 78,86 per ons

Kontrak berjangka perak sempat anjlok hingga 28 persen

Penurunan tersebut menjadi yang terdalam sejak Maret 1980

Kontrak berjangka perak rebound sekitar 2 persen

Level rebound kontrak berjangka di sekitar USD 80,11 per ons

Pergerakan harga perak dalam beberapa hari terakhir menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap perubahan sentimen global. Dengan tekanan yang masih berlangsung, pelaku pasar diperkirakan akan tetap berhati-hati sambil menunggu kejelasan arah kebijakan moneter dan stabilisasi pasar global.

Terkini